Dukung Kampanye Benci Produk Asing, Ferdinand Hutahaean: Ini Namanya Nasionalisme

Terkini.id, Jakarta - Presiden Joko Widodo Republik Indonesia baru-baru ini meminta masyarakat untuk mencintai produk lokal dan membenci produk luar negeri.

Hal itu ia sampaikan saat membuka Rapat Kerja nasional Kementerian Perdagangan tahun 2021 di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 4 Maret 2021.

Dalam pidatonya, ia menyampaikan bahwa mencintai produk Indonesia saja tidak cukup sehingga ia berpendapat bahwa membenci produk asing harus digaungkan.

"Ajakan-ajakan untuk cinta produk-produk kita sendiri, produk-produk Indonesia harus terus digaungkan, produk-produk dalam negeri. Gaungkan juga benci produk-produk dari luar negeri," ujar Jokowi, dikutip dari Kompas.

Hal itu disampaikan karena, katanya, masyarakat Indonesia bisa menjadi konsumen loyal produk lokal dengan seperti itu.

"Bukan hanya cinta, tapi benci. Cinta barang kita, benci produk dari luar negeri. Sehingga betul-betul masyarakat kita menjadi konsumen yang loyal sekali lagi untuk produk-produk Indonesia," imbuhnya.

Pernyataan dari Mantan Gubernur DKI Jakarta ini pun sontak banyak dikomentari oleh masyarakat.

Bahkan banyak yang menuding bahwa orang nomor 1 di Indonesia tersebut telah mengujarkan kebencian.

Apalagi ditambah dengan pernyataan dari Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi yang mengatakan bahwa hal ini tidak perlu dibesar-besarkan.

“Saya mohon kepada rekan media untuk tidak membesar-besarkan permasalahan ini. Yang salah ini adalah menteri perdagangan, yaitu saya sendiri, karena saya memberikan laporan kepada beliau sesaat sebelum acara dimulai,” ujar Lutfi.

Pernyataan Lutfi tersebut membuat Jokowi semakin tersudutkan di mata masyarakat.

Namun, tak sedikit juga yang setuju dengan pernyataan Jokowi seperti mantan politikus Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean.

Melalui akun Twitter miliknya, Ferdinand menuliskan ia heran mengapa banyak pihak yang mengomentari kampanye dari Jokowi.

"Kampanye benci produk asing tentu patut digalakkan agar industri lokal, UMKM semua bisa hidup dan menjadi pilihan utama masyarakat khusus untuk produk-produk yang sudah bisa kita produksi sendiri," cuit akun @FerdinandHaean3, Jumat, 5 Maret 2021.

Ia menilai bahwa dengan membenci produk luar merupakan bagian dari nasionalisme.

"Ini namanya nasionalisme, tapi kaum pura-pura nasionalis yang selama ini bikin gaduh, akan menyerang," sambungnya.

Cuitan dari Ferdinand pun menuai banyak macam respon, ada yang setuju dengannya, ada pula yang kontra.

"Tidak pernah punya rasa nasionalisme. Pakaiannya aja meniru budaya luar," tulis akun @SMSutrioso.

"Saya lebih setuju klo bahasanya "lebih memilih produk lokal" daripada "benci produk luar"," tulis akun @fadlisultan81.