Terkait Benci Produk Asing, Tengku Zul: Untung Bukan Saya yang Bilang

Terkini.id, Jakarta – Tengku Zulkarnain turut menanggapi pernyataan Presiden Joko Widodo yang meminta untuk menggaungkan cinta produk lokal dan benci produk luar negeri. Tengku Zul mengatakan bahwa ia juga mencintai produk Indonesia namun ia tidak pernah membenci produk asing.

Hal itu karena menurutnya, mencintai sesuatu bukan berarti harus membenci hal yang lainnya.

“Saya tidak pernah benci produk asing, bahkan produk Cina sekalipun. Hanya saja, saya cinta produk Indonesia. Cinta pada sesuatu bukan berarti benci pada yang lainnya,” tulis Tengku Zul di akun twitter-nya, @FerdinandHaean3 pada Jumat, 5 Maret 2021.

Tengku Zul lalu menyindir bahwa beruntung bukan dirinya yang mengatakan hal tersebut sebab jika itu terjadi maka ia akan diserang oleh buzzer.

“Untung bukan saya yang bilang ‘BENCI PRODUK ASING.’ Kalau saya yang bilang pasti banjir bully dan makian buzzer. Hehe,” tulisnya.

Tengku Zul membagikan cuitan tersebut bersama sebuah tangkapan layar berita berjudul 'Ketegasan Jokowi Gaungkan Benci Produk Asing."

Pernyataan Jokowi terkait produk luar negeri tersebut disampaikan dalam Peresmian Pembukaan Rapat Kerja Nasional Kementerian Perdagangan Tahun 2021.

"Produk-produk dalam negeri gaungkan, gaungkan juga benci produk-produk luar negeri. Bukan hanya cinta, tapi benci. Cinta barang kita, benci produk luar negeri," ucap Jokowi pada Kamis, 4 Maret 2021, dilansir dari Tempo.

Setlah pernyataannya ramai diperbincangkan di media sosial, Jokowi kembali mengulangi pernyataannya dalam acara Pembukaan Rapat Kerja Nasional Hipmi, pada Jumat, 5 Maret 2021.

Dilansir dari Tempo, Jokowi mengajak masyarakat untuk bangga kepada produk Indonesia dan benci kepada produk asing.

Menurutnya, tidak menyukai produk asing adalah hal yang diperbolehkan.

"Boleh saja kita bilang tidak suka kepada produk asing. Masak enggak boleh kita enggak suka, kan boleh saja tidak suka pada produk asing. Begitu aja ramai. Saya bilang benci produk asing, gitu aja ramai. Boleh kan kita tidak suka pada produk asing?" ujar Jokowi.

Sebelumnya, seruan Jokowi untuk membenci produk asing sempat dinilai sebagai sikap anti terhadap perdagangan internasional.

Namun, ia membantah dan menegaskan bahwa Indonesia menganut keterbukaan ekonomi sebab proteksionisme justru akan merugikan ekonomi negara.

Kendati demikian, Jokowi menyerukan bahwa Indonesia tidak boleh menjadi korban dari praktik-praktik perdagangan dunia yang memang kerap kali merugikan negara berkembang.

"Tapi kita juga tidak boleh menjadi korban unfair practices dari perdagangan dunia. Kita juga enggak mau itu," ujarnya.