Nikmat Tuhan Mana yang Kamu Dustakan?

“ Kenapa yah, saya itu punya muka gini-gini terus”
“ Kenapa yah, orang-orang di sekitar saya pada pintar-pintar”
“ Kenapa yah, teman saya cantik banget”
“ Kenapa yah, hidup teman saya bahagia banget yah”
“ Kenapa yah, teman saya kalau ada yang diinginkan pasti terkabul”

Inilah ungkapan-ungkapan orang-orang saat ini. Yang merasa dirinya lagi insecure, lagi membanding-bandingkan dirinya dengan ciptaan tuhan lainnya. Tanpa ia sadari mereka tidak mensyukuri apa yang telah Tuhan berikan kepada mereka.

 Padahal kalau dipikir-pikir pemberian sang pencipta yang diberikan kepada kita sesuatu hal gratis. Bayangkan jika kita diciptakan harus dengan bayaran. Apakah kalian sanggup membayarnya? Saya yakin konglomerat pun tak mampu membayar. 

 Sekarang di dunia ini tidak hal yang gratis, semua serba berbayar. Masuk WC saja untuk buang air kecil punya tarif. Apalagi hal-hal yang lain semua kena tarif. Cuman ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang diberikan kepada kita sampai saat ini masih gratis. Seperti bernfas dan segala hal yang ada pada diri kita dan tubuh kita, termasuk sifat yang kita miliki.
 Masih kah kalian merasakan insecure?

Tuhan telah berfirman di dalam Al-quran surat Ar-rahman yang berada di setiap akhir ayat:
??????????? ?????????? ???????? ?????????
Artinya : 
  Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

Ayat ini berulang-ulang kali disebutkan didalam surat Ar-Rahman. Yang menandakan bahwa Tuhan memberikan karunia yang begitu banyak kepada hambanya. Menurut Buya Hamka, mengapa ayat ini disebut berulang-ulang kali dalam Al-quran?. Jawabannya menurut beliau, kita tidak tahu pasti apa maksud dari ayat ini, tetapi pasti ada tujuan dan maksud ayat ini berulang-ulang kali Tuhan menyebutnya dan hanya dialah yang mengetahui maksud dan tujuannya.

Para ulama hanya dapat memetik hikmah dari ayat tersebut, bahwa ada hikmah mengapa ayat ini berulang-ulang kali disebut, yaitu tentunya kita harus bersyukur.

Seperti ungkapan yang diatas yang merasa bahwa dirinya tidak sempurna. Padahal manusia lah makhluk ciptaan Tuhan yang sempurna. Karena mereka memiliki akal, sedangkan ciptaan Tuhan yang lainnya tidak memiliki akal.

Begitu juga dengan yang lainnya. Orang yang tak pandai bersyukur akan terus merasakan hal tidak percaya diri, iri melihat orang senang, dan hal-hal lainnya yang membuat mereka tidak bersyukur atas nikmat yang diberikan. Ada orang yang sudah memiliki suami kata Buya Hamka, tapi ia mengeluh karena suaminya tidak memberi nafkah.

Untung-untung kalian tidak diberi nafkah. Banyak diluar sana orang boro-boro mau dinafkahi sama suami, punya suami saja nggak punya. Bersyukurlah anda punya suami meskipun tidak dinafkahi. 

Kadang kala, ada orang juga yang sudah berada di depan meja makan, ia nggak jadi makan. Karena apa? Ia tidak menyukai makanan yang ada di meja makan. Padahal di luar sana masih banyak yang belum bisa menikmati makanan alias tidak makan dalam sehari bahkan berhari-hari. Ataupun mereka memakan makanan yang di sudah dibuang di tempat sampah.

Apakah kalian masih tetap tidak bersyukur dengan pemberian Tuhan yang diberikan kepada kalian?. Lagi-lagi hikmah dari ayat yang berulang-ulang kali disebut ialah bahwa Tuhan memeberikan nikmat yang begitu banyak, diantaranya:

1. Nikmat Al-quran.

Al-quran merupakan kitab yang diturunkan Allah ke muka bumi sebagai sesuatu yang agung, penerang, petunjuk, bahkan penyembuh dalam segala hal. Sebagai umat muslim yang sejati tentunya tidak akan menyia-nyiakan kitab ini, tetapi ia akan menjadi sebagai teman dekat di kala suka maupun duka. Yang patut kita syukuri bahwa Al-quran merupakan salah satu mukjizat nabi Muhammad SAW yang sampai sekarang ini masih dapat kita rasakan. 

Bahkan jika kita mempelajari dan mengamalkan segala perintah yang ada dalam Al-quran termasuk pandai bersyukur, akan mendapatkan gelar sebagai keluarga Allah SWT.

2. Nikmat Allah yang ada di alam semesta.

Apakah nikmat Allah SWT yang ada di alam semesta? Ialah buah-buahan, biji-bijian dan tumbuh-tumbuhan yang memiliki manfaat yang begitu luar biasa yang dapat kita nikmati bersama. Bayangkan jika tiga hal ini tidak ada apa yang bisa kita konsumsi untuk kelangsungan hidup. 

Kemudian nikmat alam semesta selanjutnya ialah matahari,bulan dan bumi yang dimana bumi  berputar pada porosnya, bayangkan lagi jika bumi tidak berputar pada porosnya, tidak terjadi siang dan malam, adakah yang bisa menahan betapa panasnya matahari dan dinginnya bulan pada malam hari. 

Semuanya merupakan bentuk nikmat Allah SWT yang maha adil menciptakan hal itu dimuka bumi ini. Alangkah primitifnya jika manusia tidak mensyukuri atas apa yang telah diciptakan Allah SWT.

Inilah gambaran mengenai nikmat Allah SWT yang menjadi hal pembelajaran bagi kita semua untuk selalu bersyukur bukan insecure. Yang biasa kita dengar insecure jadi bersyukur. Jadi insecure ini timbul akibat dari stress yang dialami artinya ia tidak menerima kenyataan atas apa yang terjadi pada diri seseorang.

Misalnya, ketika berjalan dan tiba-tiba dijatuhin buah dari pohon, tentunya mengatakan “duh, sakit saya tidak terima ini” padahal itu sudah sesuatu yang pasti memang terjadi akibat kehendak Allah SWT. 

Insecure seperti yang dikatakan sebelumnya bahwa sikap hati yang tidak menerima kenyataan yang terjadi sehingga membuat seseorang itu tidak nyaman. Lalu bagaimana cara untuk mengubah insecure menjadi bersyukur dengan cara melihat ke bawah ketika melihat dunia tetapi melihat ke atas ketika melihat akhirat.

Seperti ada orang yang memakai baju yang mereknya brand,yah tak apalah kita memakai baju beli di pasar yang mereknya biasa-biasa saja itu cara bersyukur untuk kehidupan dunia. Sedangkan untuk kehidupan akhirat sudah kelas enam SD hafal Al-qurannya 30 juz, sedangkan saya baru 5 juz.
Allah berfirman dalam surat Al-baqarah ayat 216, yang berarti "Diwajibkan atas kamu berperang, padahal itu tidak menyenangkan bagimu. Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

Ayat ini menjelaskan segala sesuatu yang kalian anggap itu baik bagi diri kalian belum tentu baik bagi Allah SWT, begitupun sebaliknya segala sesuatu yang menurut kalian itu buruk belum tentu buruk bagi Allah SWT. karena Allah SWT maha mengetahui segalanya baik atau buruknya sedangkan kita tidak mengetahui apa-apa.

Misalnya seseorang nih, mempunyai tahi lalat, sebesar kelereng yang membuat dirinya merasa tidak nyaman dengan keberadaan tahi lalat itu. Yang maunya di pindahin kemana sehingga tidak terlihat. Padahal kalau di zoom atau di lihat dari kejauhan hal ini malah meperindah bahkan terlihat manis di pandang. Nah dari ini kita bisa merasakan insecure menjadi lebih syukur. 

Untuk itu, sebagai manusia kita harus bersyukur atas apa yang diberikan Allah SWT, dengan melihat dari sisi baiknya Allah menciptakan hal tersebut.

Penulis : Khairidha Azis