Dugaan Kekerasan Bos Bank Diusut Polisi, Makam Putrinya Dibongkar untuk Otopsi

Terkini.id, Jakarta - Polisi akhirnya membongkar makam Agitha Cahyani (14), seorang gadis yang sebelumnya viral karena meninggal secara tak wajar di rumah ayahnya.

Kabar meninggalnya Agitha Cahyani sebelumnya dikabarkan ibu kandungnya, Erlita Dewi lewat media sosial. Erlita memosting foto jenazah anaknya itu dengan kondisi hidung yang berdarah.

Erlita mengaku baru tahu anaknya meninggal saat dikabarkan mantan suaminya. Sejak mereka bercerai, Agitha dan tiga anaknya yang kain memang di bawah hak asuh sang ayah.

Siswi SMP kelas lX itu tinggal bersama ayah kandung dan ibu sambungnya di perumahan Elit kawasan Buduran, Sidoarjo.

Setelah postingan Erlita ramai di media sosial, polisi pun melakukan pengusutan.

Satreskrim Polresta Sidoarjo telah membongkar makam Agitha Cahyani di Makam umum Delta Praloyo Sidoarjo, Jumat 2 April 2021.

Pembongkaran makam Agitha Cahyani, dimulai sekitar pukul 9.30 wib, kurang lebih 30 menit. Jenazah korban Agitha Cahyani sudah berhasil diangkat dari liang kubur oleh tim penggali kubur. Kemudian dilakukan otopsi di makam putri bankir Buduran Sidoarjo.

“Iya kita lakukan autopsi, karena diduga penyebab meninggalnya korban Agitha Cahyani ini janggal,” ujar Kasatreskrim Polresta Sidoarjo Kompol M. Wahyudin Latif, Jumat 2 April 2021 dikutip dari pikiran rakyat.

Selanjutnya jenazah anak sulung dari Erlita Dewi itu, ditempatkan pada meja dengan alas stainless. Tim Forensik dari RSUD Sidoarjo pun langsung bekerja melakukan pemeriksaan bagian tubuh jenazah. Untuk memastikan penyebab kematian Agitha Cahyani yang sudah dimakamkan pada hari Minggu (28/03/21) kemarin.

Sekitar pukul 12.30 WIB, jenazah Agitha Cahyani sudah selesai di autopsi oleh Tim Forensik dari RSUD Sidoarjo dan selanjutnya dimakamkan kembali. Ada beberapa pihak keluarga termasuk Erlita Dewi yang ikut menyaksikan proses autopsi jenazah tersebut. Dan pada 13.00 WIB jenazah korban sudah selesai dimakamkan.

Perceraian hingga Putri Pertama Meninggal

Sebelumnya, Erlita Dewi menerangkan jika dirinya sudah sangat lama tidak menjalin komunikasi dengan anak-anaknya.

Lantaran tidak memiliki akses komunikasi karena nomor telfon Erlita Dewi diblokir oleh sang mantan suami.

Hingga suatu waktu Erlita mendapat berita via telpon dari mantan suami yang selama ini memblokir komunikasinya.

Diketahui mantan suami Erlita Dewi itu memberitakan bahwa putri pertamanya telah meninggal.

Hingga salah satu dari 4 putrinya meninggal dengan tidak wajar, yaitu Agitha.

Serta 3 putrinya yang lain hidup dengan tidak terawat oleh mantan suami.

Kini Erlita Dewi pun bisa kembali berkumpul dengan 3 putrinya.

Namun mantan suaminya menyebut Erlita Dewi telah merebut 4 Putrinya dari sang mantan suami secara paksa.

Selain itu atas kematian yang putri Agitha secara tidak wajar, jumat lalu makan putrinya dibongkar untuk dilakukan otopsi.

Di media sosial, Erlita Dewi menyampaikan "Alhamdulillah Yaa Allah..., Sebelumnya saya mengucapkan banyak2 terima kasih kepada kelurga, sahabat dan teman2 semua, yang sampai hari ini sudah mendoakan dan mendukung saya hingga bisa berkumpul dengan ke 3 putriku walau pun sedih rasanya tanpa Agitha," ungkap Erlita Melalu akun Media Soaialnya Facebook Erlita Dewi.

Erlita pun menyampaikan, jika tidak ada yang tidak mungkin jika sudah kehendak Allah, segala upaya dan beberapa rintangan yang saya hadapi untuk bisa membawa putri-putrinya kembali, Allah Maha Baik....

"Seingat Saya hanya bertemu muka dengan anak_anak hanya 3 kali dan berbicara via telpon pun hanya 5 kali dalam kurun hampir 3 tahun ini, " ujar Erlita Dewi melalui akun Instagram @dewierlita33.

idak percaya karena sama sekali saya tidak pernah dikabarkan jika putri Saya itu sakit, malah dikabarkan sudah meninggal dunia.

Saya langsung berangkat untuk melihat jasad putriku tersayang dan tercinta.

Sesampainya disana hancur hati Saya begitu melihat jasad putriku yang tidak wajar dan melihat ke 3 putriku yang lain dalam keadaan kurus dan kurang terawat, tidak ada lagi terpancar senyuman dan keceriaan di wajah mereka seperti dulu saat masih bersama Saya.

Yaa Allah... Cobaanmu sungguh sangat berat untukku harus menghadapi kenyataan yang terjadi ini.

Saya tidak bisa berbuat apa_apa, Saya hanya yakin Allah Maha Melihat dan Mengetahui, Allah pasti punya rencana baik untukku... Amiin

Curahan hati seorang ibu yang sangat merindukan anaknya...

Klarifikasi Mantan Suami

Melalui video yang beredar, mantan suami Erlita, Agung Wahyudi Rahardi mengklarifikasi terkait kronologi meninggalnya Agitha bersama istrinya, Linda Halim.

Linda Halim mengatakan, meninggalnya Agitha Cahyani Putri bermula saat diagnosa dokter mengenai kebocoran pada ginjalnya.

"Saya membawa anak saya ke rumah sakit Delta Surya Sidoarjo sendiri bersama suami.

Sekitar tanggal 17 Maret, itu pun bolak balik mulai dari dokter spesialis penyakit dalam, kemudian diarahkan ke dokter spesialis jantung, lalu diminta lagi ke dokter spesialis penyakit dalam lagi.

Semua itu upaya ikhtiar kami mengobati anak kami," kata Linda, Sabtu 3 April 2021.

Menurut petunjuk dokter, saat diperiksa kondisi AP tampak baik.

Dokter hanya memberikan resep obat agar Agitha Cahyani Putri (AP) tetap bisa dilakukan rawat jalan.

Selepas pengobatan rawat jalan, kondisi AP tampak mulai membaik.

Pembengkakan di kaki dan wajah juga sudah mulai menghilang.

Namun pada tanggal 27 Maret 2021, Linda yang semula sempat bercengkrama dengan AP dan tiga anak sambungnya itu seperti biasa hendak melakukan tugas sebagai ibu rumah tangga umumnya.

"Saat saya mau masakin anak-anak, anak saya (AP) ini teriak-teriak panggil mama - mama, begitu.

Saya langsung ke kamarnya, dia minta gendong.

Saya langsung teriak ke asisten rumah tangga saya buat bikinkan air gula.

Saya juga panggil papanya anak-anak.

Saat itu saya tanya, mana yang sakit nak, anak saya (AP) cuma bilang gendong mama," cerita Linda.

Karena panik, AP kemudian dibawa ke rumah sakit dan di sana, AP sudah dinyatakan meninggal dunia.

"Kami satu mobil sempat tidak percaya. Anak saya itu ngobrol sama saya meskipun kesakitan itu saya peluk.

Minta air minum katanya haus. Itu di dalam mobil saya bilang, sabar ya nak," tambahnya.

Setelah dinyatakan meninggal, Agung kemudian meminta dokter untuk melakukan upaya medis dengan memberikan kejut jantung.

"Kami memang meminta karena tidak percaya secepat itu anak saya pergi.

Dokter memang sarankan, kalau dikejut itu organnya bisa rusak.