Nasib Tragis Pengemudi Fortuner Pengacung Pistol, Dikabarkan Dipecat dan Terancam Hukuman Mati

Terkini.id, Jakarta - Seperti yang kita tahu, beberapa waktu belakangan ini, aksi pengemudi Fortuner yang mengacungkan pistol viral di media sosial setelah videonya ramai dibagikan dan dikomentari oleh banyak netizen.

Itu karena Muhammad Farid Andika alias MFA menabrak pengendara motor di Duren Sawit, Jakarta Timur pada Jumat, 2 April 2021.

Ia kemudian menjadi viral setelah nekat mengacung-acungkan pistol kepada masyarakat yang menyuruhnya untuk menepi.

Usut punya usut, Farid ternyata menjabat sebagai CEO dan Founder sebuah perusahaan peer-to-peer landing platform di Indonesia, Restock.id.

Oleh karena itu, tak heran jikalau akun Instagram Restock.id diserang oleh netizen hingga akun tersebut akhirnya membatasi kolom komentarnya.

Menurut laporan, Tiar Nabilla Karbala yang sebelumnya menjabat komisaris perusahaan bahkan kini menggantikan posisi Farid sebagai CEO baru.

Sedangkan Farid belum diketahui secara pasti apakah itu artinya ia benar-benar dipecat permanen atau hanya digantikan sementara hingga kasusnya selesai. 

"Untuk sementara, kami telah menunjuk Tiar Nabilla Karbala sebagai CEO Restock.id. Insya Allah minggu depan kita akan bantu startup dengan nilai investasi yang cukup besar dari yang sebelum-sebelumnya," ujarnya, dikutip terkini.id dari grid.id pada Sabtu, 4 April 2021.

Diketahui, pascaaksi Farid Andika mengacungkan pistol viral di media sosial, polisi langsung membentuk tim yang terdiri dari Dirlantas dan Jatanras Direskrimum Polda Metro Jaya.

Melansir dari Tribunnews, pengemudi Fortuner yang belakangan diketahui berinisial MFA itu ditangkap polisi pada Jumat malam, tak lama setelah videonya viral di media sosial.

Ia ditangkap di parkiran sebuah mal untuk dimintai keterangan dan hasilnya, kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus, MFA resmi ditetapkan sebagai tersangka.

"Gelar perkara sudah kita lakukan pagi tadi dan hasilnya sudah kita tetapkan sebagai tersangka," ungkap Yusri dalam keterangan tertulisnya pada Sabtu, 4 April 2021.

Yusri menyebut bahwa tim penyidik juga telah memutuskan untuk menahan Farid Andika serta sudah mengeluarkan surat penahanan.

"Penyidik sedang mengeluarkan surat perintah penahanan terhadap yang bersangkutan."

Adapun penetapan status tersangka terhadap Farid Andika dilakukan berdasarkan alat bukti yang cukup.

Hal itu didasari atas perbuatanya memiliki senjata air soft gun tanpa izin. Oleh karenanya, dilansir dari Kompas, Farid dijerat dengan Undang-Undang (UU) Darurat Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1951 tentang Senjata.

UU tersebut mengubah aturan sebelumnya, yakni 'Ordonnantie Tijdelijke Bijzondere Strafbepalingen' atau STBL. 1948 No. 17 dan UU RI Dahulu NR 8 Tahun 1948.

Pada Pasal 1 ayat 1 UU Darurat RI No. 12 tertulis: yang menguasai dan membawa senjata api dihukum dengan hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara maksimal 20 tahun.