Munarman Ngamuk Usai Terciduk Hadiri Baiat ISIS Makassar: Apakah Itu Kejahatan?

Terkini.id, Jakarta - Munarman, eks pentolan Front Pembela Islam (FPI) ini sempat marah besar saat ditanyai oleh Najwa Shihab mengenai kehadirannya di pembaiatan ISIS di Makassar.

Dalam tayangan Mata Najwa, Munarman kemudian mempertanyakan apakah dengan hadirnya ia dalam acara pembaiatan tersebut merupakan sebuah kejahatan.

"Pertanyaan saya apakah itu kejahatan?," tanya Munarman, dikutip oleh terkini.id, Kamis, 8 April 2021.

Munarman pada awalnya menjelaskan kronologi serta alasan dirinya bisa menghadiri di pembaiatan ISIS tersebut.

"Sebetulnya waktu di Makassar itu kalau mau jujur, saya pikir pasti adalah intel di situ. Pasti dia mendengar apa ucapan saya," ungkapnya.

Munarman mengatakan bahwa saat dirinya berada di Makassar itu terjadi dua peristiwa. 

Pertama dirinya diundang oleh pengurus FPI Makassar dalam acara seminar di Kota Makassar, tepatnya di sekretariat FPI.

Pada acara pembaiatan, Munarman mengakui bahwa tak ada proses baiat yang ia hadiri melainkan dirinya hanya sebagai pembicara dalam acara tersebut.

Munarman mengklaim dirinya menjadi pemateri menyoal cara melawan terorisme.

"Saya tidak tahu karena saya yang diundang di Kota Makassar, karena materi saya begitu, saya ditawari, karena tiket saya besoknya baru pulang," ucapnya.

"Itupun siangnya mereka menawarkan, besok masih ada lagi katanya, ikutlah saya di situ, saya kira itu sama, nggak taunya ada itu, saya tidak tahu bagaimana, orang tidak tahu," imbuhnya.

Usai menjelaskan hal tersebut, Munarman pun tampak geram karena pertanyaan yang dilontarkan oleh Najwa Shihab, "Apakah Anda pernah menyampaikan ini ke polisi atau sempat dipanggil tidak?"

"Loh Perbuatan saya diundang itu, apakah perbuatan pidana? kenapa saya harus klarifikasi?," jawab Munarman dengan nada marah.

Najwa yang merasa pertanyaannya belum terjawab, menanyakan hal tersebut sekali lagi, "Apakah sempat ada (polisi) yang memanggil?" tanya Najwa.

"Pertanyaan saya apakah itu kejahatan? menceritakan dalam seminar tentang strategi counter terrorism," jawab Munarman masih dengan nada tinggi.

Munarman dan Najwa pun saling berdebat hingga akhirnya Najwa merasa dirinya tak diberikan jawaban oleh Munarman hingga melemparkan pertanyaan tersebut ke tamu yang lain.