Bagikan Video Warga Papua Dibunuh OPM, Netizen Tag Veronica Koman dan Para SJW: Anda Membela Orang Ini?

Terkini.id - Di tengah aksi penumpasan terhadap Organisasi Papua Merdeka atau OPM oleh aparat TNI-Polri, sejumlah aktivis HAM di media sosial justru melayangkan protes.

Seperti diketahui, aksi penumpasan OPM atau biasa juga disebut Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua digencarkan beberapa waktu belakangan setelah organisasi itu dilabeli sebagai teroris oleh pemerintah.

Di media sosial, aktivis seperti Veronica Koman ikut memprotes langkah pemerintah yang melabeli OPM sebagai teroris. Termasuk di antaranya Dandhy Dwi Laksono.

Geram dengan sikap Veronica yang kerap melakukan pembelaan terhadap OPM, warganet di media sosial pun banyak membagikan aksi-aksi brutal yang dilakukan OPM.

"Ini apaan Veronica Koman?" tulis akun Ndrews110611 yang membagikan video seorang warga Papua dipukuli oleh sekelompok orang yang diduga adalah OPM.

Pada postingan lainnya, warganet membagikan video seorang warga Papua ditembak secara brutal oleh sekelompok orang mengatasnamakan Gerakan Pembebasan Papua hingga tewas. 

Dalam video tersebut, para OPM menduga si pria yang ditembak itu adalah mata-mata.

"Ini apaan lagi @VeronicaKoman ? Cuma karena dia orang papua yang cinta negaranya, lalu dibunuh. Anda membela orang-orang seperti ini ? Membela membunuh pembunuh rakyat yang cinta negaranya ?" tulis Ndrews lagi.

"Jadi sekarang ada sjw pembela pemerkosa wanita + pembunuh warga sipil. Gmana rasanya lihat sesama perempuan diperkosa oleh manusia2 yang anda perjuangkan 
@VeronicaKoman? Berjuang untuk para pemerkosa perempuan ? Berjuang untuk para pembunuh ?" tulis Ndrews membagikan video pengakuan warga Papua lainnya.

Seperti diketahui, aparat TNI-Polri sedang gencar melakukan pengamanan bahkan menyerang markas OPM Papua.

Kasatgas Humas Nemangkawi, Kombes Pol M Iqbal Alqudussy mengungkapkan anggota TNI-Polri terus memburu para anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua yang kabur setelah penyerangan yang dilakukan beberapa hari lalu.

Seperti diketahui, ada sembilan anggota KKB yang dilumpuhkan personel gabungan tersebut, saat penyerangan di Markas Lekagak Telenggen, Kampung Makki, Kabupaten Puncak, Papua.  

Iqbal mengatakan jika para anggota KKB lainnya telah dibuat kabur menyelamatkan diri usai operasi yang dilakukan TNI-Polri.

"Korban KKB sembilan orang dan dari Polri, tiga orang. Satu di antaranya gugur," terangnya, dikutip dari okezone, Jumat 30 April 2021.

Lanjutnya, ia mengatakan untuk para KKB yang melarikan diri, pihaknya masih terus diburu oleh personel TNI Polri dari Satgas Nemangkawia. Komplotan ini merupakan anggota yang dipimpin Lekagak Telenggen. 

Sebelumnya Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius Fakhiri, membenarkan adanya kontak senjata antara personel gabungan TNI Polri dan KKB di wilayah Ilaga, Selasa kemarin.