Data Munarman Berkali kali Check In Hotel Bocor, Netizen Suarakan 'Uninstal Traveloka'

Terkini.id, Jakarta - Tersebarnya informasi terkait Munarman yang beberapa kali check In hotel menyita banyak perhatian pubik.

Terlepas dari isu Munarman yang diketahui bertemu dengan sosok wanita bernama Lily Sofia di hotel, namun Netizen di medsos tetap mempertanyakan mengapa data tersebut bisa bocor.

Seperti diketahui, akun anonim di media sosial, xvidgmbk sebelumnya membagikan foto foto screenshoot data orderan kamar hotel Munarman lewat aplikasi traveloka. 

Atas tersebarnya data Munarman, Netizen pun menyoroti aplikasi perpesanan tiket pesawat dan hotel tersebut.

"Akun ini sdh kelewat batas, dan keluar jalur, Orang yang tdak ada hubungannya dengan pengadilan Munarman kok di Umbar. 
@traveloka kok data bisa Bocor.. bahaya ini," tulis akun @nonfanatik.

"Buat pak Munarman, segera tuntut traveloka dan hotel minimal 10x tuntutan Deni Siregar ke  telkom. Kejar traveloka ama hotelnya. Ini kerahasiaan data pengguna bisa diumbar2 seenak jidatnya. Duh jadi kepikiran mau uninstall traveloka," tulis akun @PHH97459361.

Menanggapi berbagai protes netizen, Pihak Traveloka pun buka suara.

"Sebagai perusahaan teknologi, kerahasiaan data konsumen merupakan prioritas utama kami, di mana kami menerapkan sistem keamanan yang ketat dan berlapis untuk memastikan keamanan data pribadi konsumen," kata Reza Amirul Juniarshah, Head of Corporate Communications, Traveloka, dikutip dari republikacoid.

Terkait kasus bocornya data tersebut, lanjut Reza, pihaknya berkomitmen penuh untuk melindungi data pribadi konsumen terefleksi dari penerapan pengaturan keamanan yang ketat.

"Termasuk prosedur fisik, teknis, maupun organisasi, untuk mencegah akses, pengumpulan, penggunaan, pengungkapan, penyalinan, modifikasi, pembuangan, atau risiko serupa lainnya yang berkaitan dengan data konsumen," terangnya.

Selanjutnya, di saat yang bersamaan, dia juga menganjurkan seluruh konsumen untuk selalu menjaga kerahasiaan data pribadi dan tidak memberikan informasi ini kepada pihak lain yang tidak dapat dipercaya.

"Kami juga menganjurkan seluruh konsumen untuk selalu menjaga kerahasiaan data pribadi dan tidak memberikan informasi ini kepada pihak lain yang tidak dapat dipercaya," ucapnya.