Erdogan Serukan Bela Palestina, Pengamat Timur Tengah: Dia Berkepribadian Ganda

Terkini.id, Jakarta - Pengamat Politik Timur Tengah, Zuhairi Misrawi menilai Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan tengah memainkan kepribadian ganda dalam menyikapi konflik senjata antara Palestina dan Israel.

Hal itu disampaikan Zuhairi lantaran dirinya menilai Erdogan seolah-olah mendukung Palestina secara penuh.

Padahal, kata Zuhairi, kebijakan politik Erdogan sangat berpihak ke Israel karena membuka hubungan diplomatik dengan negara Yahudi tersebut.

"Jadi, kayak ada kepribadian ganda. Banyak orang tidak tahu, di satu sisi, Turki modern membuka hubungan diplomatik dengan Israel. Sehingga, biasanya kalau mau terbang ke Israel, pasti melewati Turki. Karena ada hubungan diplomatik yang (terjalin) sangat lama," ujar Zuhairi Misrawi, Selasa 18 Mei 2021 seperti dikutip dari Hops.id.

Ia juga menilai, Turki sangat ingin menjadi bagian dari negara-negara Eropa. Salah satu cara untuk mewujudkan hal itu yakni bekerjasama dengan Israel.

"Turki itu kan ingin menjadi bagian dari Eropa. Salah satu (cara) untuk menjadi bagian dari Eropa adalah harus kerja sama dengan Israel," ungkapnya.

Zuhairi juga menilai bahwa Presiden Erdogan sebenarnya sadar banyak pemilihnya di Turki yang berasal dari kelompok muslim.

Lantaran hal itulah, menurutnya, Erdogan kerap menggaungkan narasi membela Palestina kendati kenyataannya tak demikian.

"Bahkan, ada kerja sama intens antara dua negara ini. Tapi bahasa-bahasa politik Erdogan sangat keras terhadap Israel. Itu artinya apa? Erdogan sadar betul bahwa pemilihnya kebanyakan umat Islam di Turki. Nah, bagaimana dua (kepribadian) itu akhirnya dia mainkan," tutur Zuhairi.

Diketahui, Presiden Turki Erdogan dikenal kerap bersuara keras menentang penjajahan Israel terhadap bangsa Palestina.

Erdogan secara lantang mengatakan, perbuatan Israel telah melanggar hukum internasional dan layak mendapat perlawanan.

Bahkan, dalam salah satu pidatonya ia menyerukan seluruh negara muslim di dunia bersatu dan memerangi Israel. Sebab, menurut Erdogan, Palestina tak bisa berbuat banyak tanpa bantuan mereka.

"Saya menyeru kepada semua negara yang berpenduduk mayoritas muslim, pada saat kita bersatu, pada saat kita bersama, akan menjadi gerakan untuk menghentikan pelanggaran yang dilakukan Israel," tegas Erdogan.

Selain itu, Erdogan juga menuntut pihak Israel berhenti mengusir warga Palestina dari rumah dan negara mereka sendiri.

"Kami menuntut diberhentikannya seluruh tindakan pengusiran dan kekerasan terhadap orang Palestina dari rumah dan negaranya sendiri. Jika tidak, kami akan melakukan seluruh upaya yang akan membuat orang-orang zalim Israel merasakan akibat dari apa yang telah mereka perbuat!," ujarnya.