Internet di Papua Mati Sejak 30 April 2021, AJI Desak Telkom dan Kominfo Transparan

Terkini.id, Jakarta - Pada 6 Mei 2021, PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengumumkan penyebab terputusnya jaringan internet di Papua.

Mereka mengatakan bahwa sistem komunikasi kabel laut Sulawesi Maluku Papua Cable System (SMPCS) ruas Biak – Jayapura di dasar laut, 280 km dari Biak dan 360 km dari Jayapura terputus sejak 30 April lalu.

Putusnya sistem komunikasi ini menyebabkan matinya koneksi internet di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Keerom dan Kabupaten Sarmi.

Kemudian, Kamis, 21 Mei 2021, Kominfo mengumumkan bahwa jaringan internet di Papua telah pulih.

"Masyarakat di Jayapura sudah bisa menggunakan layanan internet dari TelkomGroup secara menyeluruh, baik fixed broadband Indihome maupun mobile broadband Telkomsel," tulis Kominfo dalam keterangan persnya.

Namun, menurut AJI (bersama SAFEnet, dan LBH Pers) koneksi internet di empat daerah tersebut belum pulih seperti sedia kala.

Menurut data Netblocks (organisasi pemantau gangguan internet berbasis di London, Inggris), menunjukkan peningkatan jaringan lewat koneksi satelit, tetapi secara umum masih belum pulih.

AJI (Aliansi Jurnalis Independen) mencatat, pada 21 Mei 2021 koneksi internet Telkom di Jayapura masih belum stabil.

Mereka menyebutkan bahwa hanya mencapai sekitar 57 persen koneksi internet.

Terdapat perbedaan fakta yang ditemukan AJI di lapangan dengan yang disampaikan oleh Kominfo.

Atas dasar itu,  AJI (bersama SAFEnet dan LBH Pers) mendesak PT Telkom dan Kominfo untuk menyampaikan secara transparan kepada publik penyebab matinya internet di Jayapura dan sekitarnya.

Selain itu, mereka juga meminta Kominfo agar menyertakan bukti-bukti pendukung penyebab matinya internet.

"Tim mendapatkan pernyataan yang tidak konsisten di media mengenai penyebab matinya internet, mulai dari gempa, pergeseran lempeng bumi hingga arus laut," tulis AJI dalam keterangan persnya pada Senin, 24 Mei 2021.