Ramadhan Sebentar Lagi, Bulan Pendidikan Akan Segera Tiba

Terkini.id, Sorong – memasuki April, bagi yang muslim juga akan menyongsong bulan Ramadhan.

Tak hanya soal menahan makan dan minum, tetapi puasa juga menjadi kesempatan untuk kembali belajar.

Ini dapat dimaknai bahwa belajar tak melulu soal tamat ataupun ijazah.

Ketika selesai idul fitri, maka ketika nyawa masih dikandung badan, saatnya menyongsong lagi Ramadhan.

Ramadhan memberi kesempatan untuk berlatih kembali. Belajar lagi pada bangku sekolah alam dimana Allah sendiri yang akan jadi dosennya.

Jikalau amalan lainnya, melalui pencatatan malaikat. Maka, pada puasa justru Allah yang akan turun tangan dalam mengawasi dan memberi ganjaran pada hamba-Nya.

Dalam puasalah ada hubungan batiniyah antara hamba dan pencipta. Kesaksian akan puasa semata-mata hanya diketahui hamba dan Pencipta. 

Olehnya, ganjaran langsung diberikan Sang Khalik.

Pada hari demi hari Ramadhan itu, hanyalah dari pelajaran ke pelajaran yang akan dinikmati.

Begitu pula soal keprihatinan. Dimana semasa lapar dan haus itulah akan memberikan pengalaman belajar. Betapa orang yang tak berpunya itu, Ketika haus dan lapar, mereka akan berusaha tetap dalam keimanan.

Bukannya dengan mencuri makan, ataupun sembunyi-sembunyi berbuka puasa.

Ada ibadah yang dikandung Ramadhan dimana tak dijumpai pada bulan-bulan lainnya. Hanya ada pada Ramadhan itu sendiri.

Tarawih, puasa, dan zakat fithrah. Ditutup dengan idul fitri.

Dengan rangkaian itu akan memberikan kita kesempatan dalam berusaha untuk menunaikan semuanya. Satu demi satu.

Pelajarannya adalah, dalam kehidupan kita tidak dapat meraup semuanya dalam satu masa. Diperlukan proses, dan juga waktu yang melingkupinya.

Ramadhan sendiri, akan berbuah ganjaran pembebasan dari api neraka. Ketika mengikuti seluruh prosedur yang disyaratkan sebagai bagian dari proses belajar di madrasah Ramadhan, maka pada akhir Ramadhan, hanya kenikmatan syurgawi yang dirasakan.

Akhirnya, Ramadhan bukanlah segala-galanya. Bukan pula menyembah Ramadhan, melainkan Sang Pencipta sendiri satu-satunya yang layak disembah.

Saatnya, menyiapkan diri menggapai kemuliaan Ramadhan.