Hari Pendidikan di Bulan Ramadhan

Terkini.id, Sorong – Kali ini, hari pendidikan masih dalam suasana pagebluk covid-19. Tahun kedua, menjalani pendidikan dengan wabah yang belum dapat sepenuhnya ditanggulangi.

Pendidikan juga terkait dengan adaptasi dan keprihatinan. Dimana keduanya berpilin dan justru akan menemukan bentuk lain. Itu bisajadi dalam nama kepedulian.

Pendidikan justru tidak menjadi tanggungan penuh satu pihak. Perlu kesadaran untuk turut mengambil bagian sehingga masalah ini bisa terselesaikan.

Itu termanifestasi dalam kata gotong royong.

Menuju pada Merdeka Belajar, itu tak bisa juga hanya satu pihak. Apalagi kalau ditimpakan pada pemerintah semata.

Sebagai urusan berbangsa, maka perlu kebersamaan untuk mewujudkannya.

Kita kembali lagi pada masa-masa awal pegebluk covid-19. 

Jikalau kita menahan diri untuk tidak berkerumun, senantiasa menjalankan protocol Kesehatan, maka angka penyebaran virus dapat ditekan.

Jika menyaksikan masyarakat Jepang, dimana penyebaran virus termasuk kategori rendah. Begitu pula dengan kerjasama antara pemerintah dan masyarakat, maka penaggulangan wabah akan segera teratasi satu persatu.

Hanya saja, di satu sisi pemerintah kita terkadang tidak memiliki wibawa dengan korupsi yang dilakukannya. Apatah lagi ini bantuan sosial untuk keperluan masa-masa wabah.

Pada kondisi seperti itu akan mengikis kepercayaan terhadap pemerintah. Selanjutnya, fase yang tidak kita harapkan adalah wujudnya pembangkangan.

Tidak saja di Jepang, kita punya kesempatan belajar dari India. Penanggulangan wabah semakin memburuk. Ini juga karena tidak adanya peran serta masyarakat.

Sekali lagi, untuk mencegah dan menanggulangi wabah perlu dua peran. Masyarakat dan pemerintah, dimana mengerjakan perannya masing-masing.

Kesempatan belajar di hari pendidikan, bukan saja pada teks. 

Pada saat yang sama, kita punya peluang untuk belajar dari kenyataan alam raya. 

Itu juga merupakan bagian dari pesan ilahiyah, bahwa ayat Allah tidak terbatas pada qauliyah (wahyu) tetapi juga pada kauniyah (fenomena alam).

Jikalau itu dilakukan, maka pendidikan tidak dibatasi oleh bangku sekolah atau bangku kuliah. Juga terbentang pada horizon yang luas, dan juga waktu sepanjang hayat.