Sivali Visakha Peduli Jamah Erbaun yang Belum Dapat Bantuan Bencana NTT

Terkini.id, Kupang – Suara drone kecil serupa dengung serangga yang mengitari Desa Erbaun, Kelurahan Buraen, Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berkitar di atas para relawan, mengawali aktivitas pegiat kemanusiaan pasca bencana badai siklon tropis seroja yang memicu banjir bandang dan angin kencang yang memporak-porandakan dusun terpencil itu.

Drone itu sendiri milik volunteer dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah yang ikut serta dalam rombongan tim relawan Sivali Visakha bersama distribusi armada Indonesia Off-Road Federation (IOT) NTT.

Siang yang menyengat terik, sama sekali tidak menyurutkan niat murni para relawan untuk membantu dan menumpahkan kebersamaan dalam aksi kemanusiaan. Bahkan, sekadar untuk mengaso setelah menempuh perjalanan yang melelahkan yang memakan waktu empat jam menuju lokasi bencana yang belum terjamah bantuan dari manapun tersebut.

“Warga di Erbaun terisolir, akses masuk agar bisa sampai ke sini harus memutar jauh dari Kota Kupang ke ibu kota Kabupaten Kupang, Kelurahan Buraen di Kecamatan Amarasi Barat ini. Sebenarnya, akses bisa lebih cepat ke desa ini melalui Merbaun, tetapi jalan masuk di sana tertimbun longsor sehingga tidak dapat dilalui transportasi,” demikian ungkap Ketua RT 21 Erbaun, Robert kepada Kupang.Terkini.id di Erbaun yang merupakan lokasi bencana fokus bantuan dari komunitas filantropi Buddhis, Sivali Visakha, Jumat 16 April 2021.

Warga Erbaun, Andreas Nubatonis mengungkapkan apresiasinya terhadap bantuan dari Sivali Visakha. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti karena selama terlanda bencana badai siklon tropis seroja, belum ada satu pun pihak, baik pemerintah maupun swasta yang menyalurkan bantuan. (Kupang.Terkini.id/Effendy Wongso)

Hingga Jumat 16 April 2021, belum ada satu pun bantuan yang menjamah Erbaun dan sekitarnya termasuk beberapa wilayah di Amarasi Barat. Pasalnya, untuk masuk ke Erbaun pun tim relawan dari Sivali Visaka yang dikoordinir Indra Effendy, salah seorang umat Buddha di Kota Kupang sekaligus Ketua Majelis Agama Buddha Theravada Indonesia (Magabudhi) NTT, harus dibantu tim relawan lain.

“Belum ada bantuan yang masuk, baik dari pemerintah maupun dari volunteer lain. Untungnya, kami bisa dibantu tim relawan dari Indonesia Off-Road Federation (IOF) NTT yang mendistribusikan barang bantuan dari Sivali Visakha dengan armada jelajah, karena truk tidak bisa masuk ke sini,” terangnya.

Sebelumnya, Indra juga mengatakan sulitnya akses masuk ke Erbaun lantaran harus melewati rintangan pohon-pohon dan tiang-tiang listrik yang bertumbangan. Batang-batang pohon terpaksa harus dipotong chainsaw (gergaji mesin) yang dibawa tim relawan IOF.

“Belum lagi jalan yang memang sangat terjal, curam dengan longsor di mana-mana. Masuk ke daerah ini sangat sulit dan jauh, tetapi demi kemanusiaan kami dibantu IOF NTT dan IOF pusat berhasil tiba dengan selamat,” paparnya.

Para orang tua di Erbaun yang kekurangan bahan makanan mendapat bantuan beras dan kebutuhan lainnya dari Sivali Visakha, Jumat 16 April 2021. (Kupang.Terkini.id/Effendy Wongso)

Aksi kepedulian Sivali Visakha ini sendiri bukan dilakukan pertama kali. Sebelumnya, komunitas yang menghimpun para dermawan dari umat Buddha ini telah melakukan kegiatan serupa bagi warga terdampak bencana yang berada di Kupang Timur (Oesao, Naibonat, Felakdale dan sekitarnya), Sulamu (Kukak) dan Takari (Bokong) melalui posko Tim Relawan Tanggap Bencana di Gereja Masehi Injili Di Timor (GMIT) Klasis Fatuleu Barat Jemaat Efrata Oelmasi, Jalan Timor Raya KM 38, Kelurahan Oelmasi, Kecamatan Fatuleu Barat, Kabupaten Kupang, Senin 12 April 2021 lalu.

Selain itu, bantuan dari Sivali Visakha juga disalurkan di Desa Tunbaun, Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang pada Sabtu 10 April 2021 lalu.

“Di Tunbaun, sebanyak 294 KK yang terkena dampak langsung badai. Satu kampung yang terdiri dari 14 KK, bahkan semua rumah tenggelam. Yang lain rusak berat dan ringan,” beber Indra yang juga merupakan Ketua Putra Putri Hakka Indonesia (PPHI) NTT.

Dalam aksi kemanusiaan kali ini, Indra yang ditemani Pengurus Vihara Pubbaratana Kupang Handi Wirawan dan Sunardy Wongso serta tim relawan lainnya, menyalurkan sembako berupa beras, mi instan, minyak goreng, biskuit, susu UHT, dan kebutuhan mendesak lainnya.

Sementara itu, Warga Erbaun, Andreas Nubatonis mengungkapkan apresiasinya terhadap bantuan dari Sivali Visakha. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti karena selama terlanda bencana badai siklon tropis seroja, belum ada satu pun pihak, baik pemerintah maupun swasta yang menyalurkan bantuan.

“Pemerintah kabupaten baru tiga hari ini mendata, belum ada bantuan. Warga di Erbaun saat ini membutuhkan pasokan makanan dan air bersih. Semua bahan makanan rusak, termasuk ladang jagung warga yang rusak akibat terjangan banjir dan longsor,” katanya.