Berdasarkan kronologi kejadian, peristiwa itu bermula saat Rudi S Gani dan keluarganya sedang menggelar acara bakar ikan (makan bersama) di kediamannya di Bone untuk menyambut pergantian tahun 2024-2025.
"Sekitar pukul 21.50 Wita, saksi Hj. Maryam (istri korban) yang sementara berada di dalam rumah dalam keadaan duduk bersama korban dan keluarganya mendengar suara letusan senjata namun suaranya tidak terlalu besar," demikian keterangan tertulis dari pihak kepolisian yang diterima Terkini pada Kamis, 2 Januari 2025.
Setelah itu, saksi yakni istri korban tiba-tiba melihat suaminya yang sementara duduk sambil makan menghadap ke arah jalan dan tiba-tiba tersungkur ke depan.
"Saksi pun panik dan langsung mengangkat korban dan melihat terdapat luka lubang di pipi korban sebelah kanan yang diduga akibat terkena proyektil peluru dan mengeluarkan darah, selain itu pada hidung dan mulut juga mengeluarkan darah," ungkap petugas.
Seketika itu, korban langsung dibawa oleh pihak keluarga ke Puskesmas Lappariaja guna mendapatkan perawatan.
Setalah menjalani perawatan di Puskesmas Lappariaja, nyawa Rudi S Gani tak lagi bisa tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada pukul 22.30 Wita.
"Akibat kejadian tersebut korban mengalami luka tembakan pada bagian pipi sebelah kanan dengan diameter Luka 0,5 cm dan kondisi tulang pipi pecah," ujarnya.















