Terkini.id, Jakarta - Dalam Nagarakretagama disebutkan Raden Wijaya, pendiri Majapahit menikah dengan empat putri Kertanagara, yaitu Sri Parameswari Dyah Dewi Tribhuwaneswari, Sri Mahadewi Dyah Dewi Narendraduhita, Sri Jayendradewi Dyah Dewi Prajnaparamita, dan Sri Rajendradewi Dyah Dewi Gayatri.
Nah, dengan selir yang demikian banyak tentu diperlukan fisik yang prima dan “keperkasaan” untuk melayani mereka. Dalam tradisi Jawa telah dikenal mengkonsumsi jamu untuk pengobatan dan kejantanan. Resep ini tercantum dalam Serat Centhini
Seperti dilansir dari okezone.com, Rabu 9 Juni 2021, dalam Serat Centhini, jamu dikupas di bagian XIII, Bab 251 sampai 253. Tiga bab itu ditembangkan dalam Sekar Lonthang sebanyak 78 bait, tembang Balabak 36 bait dan tembang Salisir 40 bait.
Sementara, dalam Serat Centhini VII Pupuh Dhandhanggula dituliskan jamu untuk obat kuat untuk para raja.
Ramuan terbuat dari campuran akar kakas, merica sunti, serta cabe wungkuk dengan dosis masing-masing tujuh buah. Lalu ditambahkan dengan garam lanang, arang kayu jati, serta seperempat gula aren dan pinet. Semua bahan ditumbuk hingga halus.
Selain itu ada juga ramuan dari getah pohon pisang benggala, kunyit lanang, lemak daging, garam lanang, minyak wijen. Bahan-bahan dicampur dengan air jeruk lalu diminum
Masih ada lagi, campuran daun Jakatuwa dan kajar angjrik, atau cuncung beluk, adas pulosari, temulawak dikeringkan, diseduh dengan air hangat atau panas. Bisa juga dengan campuran cabe dan lempuyang yang dikeringkan dan diseduh air panas.
Bisa juga jahe tiga ruas atau secukupnya, daun jeruk nipis tiga-empat lembar, cengkeh, arang sujen, arang kayu rami, batang lengkawang satu ruas jari, dipipis lembut, dicampur cuka dan garam (bisa direbus hingga air mendidih agar higienis), kemudian diminum.
Konon, sejak zaman raja-raja Hindu di Jawa, tanaman Purwaceng, juga untuk obat kuat. Tumbuhan ini hidup di dataran tinggi Dieng, Wonosobo.
Serat Centhini didokumentasikan Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom Amengkunegara III, Pangeran Sunan Pakubuwono IV (1788-1820) merangkum tiga ribu resep pengobatan tradisional berbagai macam penyakit seperti maag, sakit kulit, ginjal, hingga diabetes.















