Gempa M 7,3 di Bitung Sulut Berpotensi Tsunami, Warga Diminta Waspada

Gempa M 7,3 di Bitung Sulut Berpotensi Tsunami, Warga Diminta Waspada

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini, Sulut — Gempa bumi kuat dengan magnitudo 7,3 mengguncang wilayah Bitung, Sulawesi Utara, pada Kamis 2 April 226 pagi.

Gempa yang terjadi sekitar pukul 05.48 WIB tersebut dilaporkan berpotensi menimbulkan tsunami di sejumlah wilayah pesisir di Sulawesi Utara dan Maluku Utara.

Berdasarkan informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di laut pada koordinat 1,21 Lintang Utara dan 126,25 Bujur Timur dengan kedalaman 62 kilometer.

Gempa ini tergolong gempa berkekuatan besar dengan kedalaman menengah yang berpotensi menimbulkan kerusakan apabila terjadi di dekat wilayah permukiman.

BMKG melaporkan bahwa guncangan gempa dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah di Sulawesi Utara dan Maluku Utara.

Di Ternate, gempa dirasakan pada skala V hingga VI MMI, yang berarti getaran dirasakan oleh hampir semua orang dan berpotensi menyebabkan kerusakan ringan hingga sedang pada bangunan. Sementara itu, di wilayah Ibu, Halmahera Barat, gempa dirasakan pada skala V MMI.

Di Kota Manado, guncangan dirasakan pada skala IV hingga V MMI. Getaran juga dirasakan di wilayah Gorontalo, Bone Bolango, dan Gorontalo Utara dengan skala III MMI atau dirasakan nyata di dalam rumah seperti ada kendaraan berat yang melintas.

Seiring dengan kejadian gempa tersebut, BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami dan mengimbau masyarakat yang berada di wilayah pesisir Sulawesi Utara dan Maluku Utara agar tetap waspada. Masyarakat diminta untuk sementara waktu menjauhi kawasan pantai dan mengikuti arahan dari pemerintah daerah serta petugas di lapangan.

BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya serta selalu memantau informasi resmi melalui kanal komunikasi resmi BMKG maupun pemerintah daerah setempat.

Hingga saat ini, belum terdapat laporan resmi mengenai korban jiwa maupun kerusakan bangunan akibat gempa tersebut. Namun, beberapa gempa susulan dilaporkan terjadi setelah gempa utama, sehingga masyarakat diminta tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang masih dapat terjadi.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan dan koordinasi untuk mengantisipasi dampak lanjutan dari gempa bumi tersebut, termasuk kesiapsiagaan terhadap potensi tsunami serta kemungkinan evakuasi masyarakat di wilayah pesisir apabila diperlukan.