Terkini, Jakarta — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan masih akan mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia pada periode 3 hingga 9 April 2026.
Bahkan di sejumlah wilayah, hujan berpotensi meningkat hingga kategori lebat sampai sangat lebat yang dapat memicu bencana hidrometeorologi.
Dalam prospek cuaca mingguan yang dirilis BMKG, kondisi ini merupakan dampak dari masa peralihan musim yang masih berlangsung, sehingga atmosfer Indonesia masih berada dalam kondisi dinamis dan belum sepenuhnya stabil.
BMKG menjelaskan bahwa pada periode 3 hingga 5 April 2026, hujan dengan intensitas ringan hingga lebat berpotensi terjadi di banyak wilayah Indonesia. Namun, peningkatan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat perlu diwaspadai terutama di wilayah Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Wilayah yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat antara lain Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, seluruh wilayah Kalimantan, sebagian besar Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.
Selain itu, BMKG menetapkan sejumlah wilayah dalam status siaga hujan lebat hingga sangat lebat, yaitu Aceh, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, serta Papua Pegunungan. Potensi angin kencang juga perlu diwaspadai terutama di wilayah Nusa Tenggara Timur.
Memasuki periode 6 hingga 9 April 2026, pola cuaca di Indonesia masih menunjukkan dominasi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Namun, potensi hujan sedang hingga lebat masih dapat terjadi di hampir seluruh Sumatera, sebagian besar Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Pada periode ini, wilayah yang berstatus siaga hujan lebat hingga sangat lebat meliputi Jawa Timur, Kalimantan Timur, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi akibat hujan dengan intensitas tinggi.
“Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir, tanah longsor, genangan, serta angin kencang yang dapat terjadi sewaktu-waktu selama periode peralihan musim ini,” tulis BMKG dalam keterangan resminya.
BMKG juga mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG guna mengantisipasi dampak cuaca ekstrem yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat maupun transportasi.
Kondisi atmosfer yang masih aktif pada awal April 2026 menunjukkan bahwa masa peralihan musim masih berlangsung, yang ditandai dengan pola hujan tidak merata di berbagai wilayah Indonesia. Di satu sisi masih terjadi hujan lebat, sementara di wilayah lain mulai mengalami kondisi lebih kering.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat di daerah rawan bencana diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan serta memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, terutama bagi yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor.















