Terkini, Jatim — Kementerian Pertanian Republik Indonesia kembali menyalurkan sebanyak 505.000 dosis vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) tahap II ke Provinsi Jawa Timur sebagai upaya memperkuat perlindungan ternak serta menjaga produktivitas subsektor peternakan nasional.
Distribusi vaksin dilakukan melalui Balai Besar Veteriner Farma (BBVF) Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) Surabaya pada awal April 2026.
Penyaluran vaksin ini merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam pengendalian PMK yang masih menjadi perhatian dalam sektor peternakan nasional.
Jawa Timur sebagai salah satu sentra peternakan terbesar di Indonesia menjadi prioritas dalam program vaksinasi untuk menjaga kesehatan ternak serta stabilitas produksi daging dan susu.
Ketersediaan vaksin dinilai menjadi faktor kunci dalam menjaga produktivitas ternak dan mencegah kerugian ekonomi yang dapat dialami peternak akibat penyebaran penyakit.
Selain itu, distribusi vaksin ini juga menjadi bentuk kehadiran pemerintah dalam melindungi usaha peternakan rakyat yang menjadi sumber penghidupan masyarakat di berbagai daerah.
Kepala BBVF Pusvetma, Edy Budi Susila, menyampaikan bahwa pengendalian PMK membutuhkan langkah cepat, terukur, dan berkelanjutan agar hasilnya efektif di lapangan.
“Dengan distribusi vaksin PMK ini, diharapkan kasus dapat ditekan secara signifikan dan pengendalian penyakit di lapangan semakin optimal,” ujar Edy dalam keterangan resminya.
Menurutnya, vaksinasi merupakan salah satu strategi utama dalam memutus rantai penyebaran PMK sekaligus menjaga kesehatan ternak agar tetap produktif.
Dampak dari program vaksinasi diharapkan dapat langsung dirasakan oleh peternak melalui penurunan risiko kematian ternak, peningkatan kesehatan hewan, serta terjaganya produksi daging dan susu di pasaran.














