Kementan Percepat Pompanisasi dan Percepatan Tanam Hadapi El Nino 2026

Kementan Percepat Pompanisasi dan Percepatan Tanam Hadapi El Nino 2026

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini, JakartaKementerian Pertanian mempercepat program pompanisasi, irigasi perpompaan, serta percepatan tanam sebagai bagian dari strategi mitigasi kekeringan menghadapi potensi fenomena El Nino pada 2026.

Langkah ini difokuskan pada periode kritis April hingga Juni 2026 guna menjaga stabilitas produksi dan ketersediaan pangan nasional.

Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, mengatakan pemerintah telah menyiapkan lima strategi utama untuk mengantisipasi dampak kekeringan akibat El Nino, mulai dari pemetaan wilayah rawan hingga penguatan irigasi dan optimalisasi lahan.

Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Antisipasi Kemarau 2026 di Kantor Pusat Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Jakarta, Kamis lalu.

Menurut Amran, peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika terkait potensi El Nino harus segera direspons dengan langkah strategis dan percepatan program di lapangan agar produksi pangan tetap terjaga.

“Sesuai dengan peringatan dari BMKG bahwasanya ada El Nino, ini cukup mengkhawatirkan. Ini perlu kita melakukan langkah-langkah strategis dan percepatan,” ujar Mentan Amran.

Di tengah potensi ancaman tersebut, pemerintah terus memperkuat langkah antisipasi untuk menjaga ketersediaan pangan nasional, termasuk melalui penguatan stok dan percepatan produksi di berbagai wilayah. Pemerintah menargetkan stok pangan nasional dapat mencapai 5 juta ton dalam waktu dekat.

“Stok kita hari ini 4,4 juta ton, insya Allah bulan ini bisa mencapai 5 juta ton. Ini berkat kerja keras kita semua,” katanya.

Lima Strategi Mitigasi Kekeringan

Untuk menjaga momentum produksi pangan nasional, Kementerian Pertanian mempercepat implementasi lima strategi utama mitigasi kekeringan menghadapi El Nino.

Strategi pertama adalah melakukan pemetaan wilayah rawan kekeringan serta memperkuat sistem peringatan dini atau early warning system agar langkah antisipasi dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.