Terkini, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa sejumlah negara mulai mendatangi Indonesia untuk membeli beras di tengah ancaman krisis pangan global akibat konflik geopolitik dan terganggunya rantai pasok dunia.
Bahkan, beberapa negara disebut meminta potongan harga atau diskon untuk pembelian beras dari Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan operasional 1.601 Koperasi Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu lalu.
Menurut Prabowo, situasi global saat ini membuat banyak negara mengalami kesulitan pangan, terutama setelah konflik di Timur Tengah berdampak pada terganggunya jalur distribusi internasional, termasuk penutupan Selat Hormuz.
Kondisi tersebut mendorong sejumlah negara mencari sumber pasokan pangan alternatif, termasuk dari Indonesia.
“Banyak negara sekarang datang ke Indonesia minta beli beras. Bahkan ada yang minta korting atau diskon,” ujar Prabowo.
Ia mengatakan, beberapa negara yang datang merupakan negara tetangga yang selama ini dianggap lebih maju dibanding Indonesia. Namun kini, negara-negara tersebut justru meminta bantuan pasokan pangan dari Indonesia.
Prabowo menjelaskan, kondisi tersebut dipicu oleh keputusan sejumlah negara produsen pangan besar yang mulai menghentikan ekspor komoditas strategis demi menjaga kebutuhan domestik masing-masing.
India, misalnya, disebut telah menutup ekspor beras, jagung, dan gandum. Langkah serupa juga dilakukan Bangladesh.
Di tengah situasi tersebut, Indonesia dinilai berada dalam posisi relatif aman karena produksi pangan nasional masih mencukupi dan bahkan memiliki surplus untuk diekspor.















