Indonesia Catat Rekor Cadangan Beras 4,7 Juta Ton di Tengah Ancaman Krisis Pangan Global

Indonesia Catat Rekor Cadangan Beras 4,7 Juta Ton di Tengah Ancaman Krisis Pangan Global

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini, Jakarta — Di tengah meningkatnya kekhawatiran dunia terhadap krisis pangan akibat ketegangan geopolitik global, Indonesia justru mencatat capaian signifikan dalam ketahanan pangan nasional.

Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog mencapai 4,7 juta ton—rekor tertinggi sepanjang sejarah—dan terus bergerak menuju angka 5 juta ton.

Kondisi global yang diwarnai konflik di kawasan Timur Tengah, gangguan jalur logistik, serta ketidakpastian perdagangan internasional telah memicu kekhawatiran akan terganggunya pasokan dan lonjakan harga pangan.

Bahkan, Rusia mendorong pembentukan cadangan pangan bersama negara-negara BRICS sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi krisis.

Namun, di tengah situasi tersebut, Indonesia menunjukkan ketahanan yang kuat. Selain CBP, ketersediaan beras di pasar domestik dan sektor HoReCa (hotel, restoran, dan katering) tercatat mencapai 12 juta ton.

Ditambah dengan potensi produksi dari standing crop hingga akhir tahun, total ketersediaan pangan nasional diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan hingga 11 bulan ke depan.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah menegaskan pentingnya swasembada pangan sebagai fondasi kedaulatan bangsa.

“Dengan swasembada pangan, kita aman. Kita tidak boleh lagi bergantung pada sumber dari luar negeri,” tegas Presiden dalam Sidang Kabinet Paripurna, Januari 2025.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil langkah antisipatif yang telah disiapkan sejak awal pemerintahan.

“Cadangan kita saat ini 4,7 juta ton dan terus menuju 5 juta ton. Dengan posisi ini, kebutuhan pangan kita cukup hingga 11 bulan ke depan. Ini adalah bentuk kesiapan Indonesia dalam menghadapi potensi krisis pangan global,” ujar Mentan Amran.