Kementan Percepat Pompanisasi dan Percepatan Tanam Hadapi El Nino 2026

Kementan Percepat Pompanisasi dan Percepatan Tanam Hadapi El Nino 2026

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Strategi kedua yaitu mengoptimalkan pengelolaan air melalui rehabilitasi jaringan irigasi, pemanfaatan embung, serta penguatan irigasi perpompaan atau pompanisasi dan sistem perpipaan di berbagai wilayah sentra produksi pangan.

Strategi ketiga adalah percepatan tanam di wilayah yang masih memiliki potensi air, terutama di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat, serta mendorong penggunaan varietas unggul tahan kekeringan dan berumur genjah.

Strategi keempat yakni mengoptimalkan pemanfaatan lahan, termasuk lahan rawa dan cetak sawah yang telah dibangun, agar segera ditanami tanpa jeda guna mengejar target produksi nasional.

Sedangkan strategi kelima adalah memperkuat koordinasi dan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, penyuluh pertanian, serta seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan percepatan program berjalan efektif di lapangan.

“Kita manfaatkan masih ada musim hujan khususnya Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat. Tolong dilakukan percepatan daerah-daerah yang masih ada hujan. Kemudian oplah lahan rawa dipercepat, cetak sawah yang sudah dibangun segera tanam, pompanisasi dan irpom digerakkan,” jelasnya.

Periode Kritis April–Juni 2026

Mentan Amran menegaskan bahwa periode April hingga Juni 2026 menjadi titik kritis yang akan menentukan stabilitas produksi pangan nasional di tengah ancaman El Nino.

Oleh karena itu, pemerintah daerah diminta segera mengusulkan kebutuhan sarana irigasi perpompaan agar dapat dilakukan penyesuaian anggaran secara cepat oleh pemerintah pusat.

“Bahkan daerah seluruh Indonesia yang masih butuh irpom segera usulkan sekarang via online. Kepala Dinas usulkan cepat agar kita bisa geser anggaran. Yang butuh pompa tolong pantau,” ujarnya.

Amran menegaskan keberhasilan mitigasi kekeringan sangat ditentukan oleh kecepatan pelaksanaan program di lapangan. Jika periode kritis April–Juni dapat dilalui dengan baik, maka target swasembada pangan nasional diyakini dapat terus berlanjut.

“Yang menentukan April-Juni. Kalau target lolos, insya Allah swasembada pangan ini berkelanjutan. Yang jadi critical point April, Mei, Juni,” tegasnya.

Kolaborasi Jadi Kunci Swasembada Pangan