El Nino Mengancam, Pemerintah Aktifkan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan

El Nino Mengancam, Pemerintah Aktifkan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini, Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Kehutanan resmi mengaktifkan Pos Komando (Posko) Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di lingkup Unit Pelaksana Teknis (UPT) Provinsi Kalimantan Barat sebagai langkah antisipasi meningkatnya kebakaran hutan dan lahan serta ancaman fenomena El Nino ekstrem pada tahun 2026.

Langkah ini diambil menyusul meningkatnya jumlah titik panas (hotspot) pasca-Idul Fitri serta potensi musim kemarau yang diperkirakan lebih kering akibat fenomena El Nino yang oleh sejumlah pihak disebut sebagai “Godzilla El Nino”.

Aktivasi posko tersebut dipimpin oleh Polhut Ahli Utama Kementerian Kehutanan, Sustyo Iriyono, mewakili Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, bersama Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Kalimantan, Yudho S. Mustiko.

Selain sebagai langkah antisipasi El Nino, aktivasi posko juga merupakan tindak lanjut dari penetapan Status Siaga Darurat Penanganan Bencana Asap oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui SK Nomor 97/BPBD/2026.

Pengawasan dan Deteksi Dini Jadi Strategi Utama

Polhut Ahli Utama Kementerian Kehutanan, Sustyo Iriyono, menegaskan bahwa pengawasan yang ketat dan deteksi dini menjadi kunci utama dalam menekan angka kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat.

“Pengawasan ini bukan hanya soal teknis pemadaman, tetapi memastikan adanya ketaatan, kontrol konsisten, dan langkah antisipatif yang terukur. Dengan pengawasan kuat, setiap potensi titik api bisa dideteksi lebih awal dan ditangani lebih cepat,” ujar Sustyo.

Ia menambahkan bahwa koordinasi lintas instansi, patroli terpadu, serta kesiapsiagaan personel menjadi faktor penting dalam menghadapi potensi kebakaran hutan pada musim kemarau tahun ini.

Ribuan Hotspot Terdeteksi di Kalimantan Barat

Berdasarkan data hingga 31 Maret 2026, Kalimantan Barat mencatat lonjakan signifikan dengan total 7.883 titik hotspot. Angka ini menunjukkan peningkatan potensi kebakaran hutan dan lahan yang perlu diantisipasi secara serius.

Tim Manggala Agni dilaporkan telah berhasil memadamkan kebakaran hutan dan lahan seluas 479,12 hektare yang tersebar di sejumlah wilayah di Kalimantan Barat.

Wilayah dengan luasan pemadaman terbesar antara lain:

Kabupaten Kubu Raya: 131,20 hektare