Terkini, Makassar - Sekelompok warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla (GSF) menuju Jalur Gaza mengabarkan lewat media sosial, telah ditahan pasukan Israel di tengah pelayaran mereka pada Senin (18/5) pukul 21.20 WIB.
Total sembilan WNI terlibat dalam misi kemanusiaan tersebut, dengan lima di antaranya kini berada dalam penahanan militer Israel.
Lima WNI yang ditahan adalah Bambang Noroyono (jurnalis Republika) di Kapal Bolarize, Andre Prasetyo (jurnalis TV Tempo), Thoudy Badai (jurnalis Republika), dan Heru Rahendro (jurnalis iNews) yang berada di Kapal Ozgurluk, serta Andi Angga (aktivis kemanusiaan) di Kapal Josef.
Sementara itu, empat WNI lainnya tercatat masih melanjutkan pelayaran, yaitu Asad Aras dan Hendro Prasetyo di Kapal Kasri Sadabad, serta Herman Budianto dan Ronggo Wirsanu di Kapal Zefiro.
Dalam video beredar, Bambang Noroyono Jurnalis Republika mengabarkan dirinya sedang derada di Kapal BoraLize, dan melaporkan kapalnya telah diintersepsi oleh militer Israel. Dia mengungkapkan posisinya sebagai warga negara Indonesia dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2026. Dia meminta pemerintah RI segera bertindak.
Sementara, Andre Prasetyo Nugroho, Jurnalis Tempo TV, dalam pesan video berdurasi 53 detik dari Kapal Ozgurluk, mengonfirmasi penangkapannya oleh rezim Zionis Israel. Ia menyampaikan pesan singkat yang menegaskan situasi kritis.
"Apabila kawan-kawan sudah menonton video ini, tandanya saya telah ditangkap oleh rezim Zionis Israel."
Adapun aktivitas kemanusiaan asal Sulsel, Andi Angga Prasadewa (Aktivis Rumah Zakat / GPCI) mengungkapkan dia diculik zionis Israel di perairan internasional. Dia menjelaskan posisinya saat ditangkap sebagai bagian dari misi Global Peace Convoy Indonesia ke Gaza. Dia juga meminta Pemerintah Indonesia menempuh jalur hukum atas penangkapan yang dinilai semena-mena tersebut.
Kementerian Luar Negeri RI lewat juru bicara Yvonne Mewengkang menyatakan akan terus menjalin komunikasi dengan berbagai pihak terkait untuk memperoleh informasi terkini soal kondisi para WNI.
Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Hafid, turut mengecam keras tindakan militer Israel terhadap rombongan misi kemanusiaan tersebut. Mengutip laporan Antara, Meutya juga menyatakan dukungan terhadap langkah diplomatik Kemenlu RI guna memastikan perlindungan dan keselamatan seluruh WNI yang masih berada di dalam kapal bantuan menuju Gaza.
Dalam laporan terpisah Antara, Kemenlu RI menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan KBRI Ankara, KBRI Kairo, dan KBRI Amman untuk menyiapkan langkah perlindungan serta opsi pemulangan bagi para WNI.















