Terkini, Jakarta — Ketua Umum IKAMI Sulsel, Andi In Amul Hasan, melontarkan kritik keras terhadap pernyataan Feri Amsari terkait tudingan pemerintah tidak jujur dalam isu swasembada pangan.
Ia menilai narasi tersebut tidak berbasis data dan berpotensi menyesatkan publik.
Menurutnya, kritik dalam negara demokrasi merupakan hal yang sah, namun harus disampaikan secara proporsional, objektif, dan berbasis fakta.
“Kritik itu penting, tetapi harus berdiri di atas data. Jika hanya asumsi, apalagi yang berpotensi membingungkan masyarakat, itu justru kontraproduktif dan bisa merusak kepercayaan publik,” tegas Andi dalam keterangan resminya Selasa 7 April 2026.
Capaian Pertanian Disebut Nyata dan Terukur
Andi menegaskan, capaian sektor pertanian nasional di bawah kepemimpinan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menunjukkan tren positif yang tidak bisa diabaikan.
Ia memaparkan sejumlah indikator utama, mulai dari produksi padi nasional yang mencapai sekitar 60 juta ton gabah kering giling, surplus beras hingga jutaan ton, hingga cadangan beras pemerintah yang menembus lebih dari 4 juta ton, tertinggi dalam sejarah.
“Ini bukan klaim kosong. Data produksi dan cadangan pangan menunjukkan hasil nyata yang dirasakan langsung oleh petani di lapangan,” ujarnya.
Program Strategis Dinilai Perkuat Ketahanan Pangan
Lebih lanjut, ia menilai berbagai program strategis pemerintah telah memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan produktivitas petani.
Program tersebut mencakup pompanisasi, optimalisasi lahan rawa, modernisasi alat dan mesin pertanian (alsintan), serta pembenahan distribusi pupuk subsidi.
“Intervensi pemerintah saat ini menyentuh langsung kebutuhan petani, dari hulu hingga hilir. Dampaknya mulai terlihat dalam peningkatan produksi dan stabilitas pasokan,” jelasnya.















