Terkini, Jakarta — Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menegaskan bahwa Saka Yoga Festival 2026 menjadi momentum strategis dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi unggulan berbasis kebugaran (wellness) dan spiritualitas.
Pernyataan tersebut disampaikan saat membuka Saka Yoga Festival 2026 di Lapangan Aldiron Pancoran, Sabtu (11/4/2026).
“Spiritual tourism dan wellness tourism menjadi bagian penting dalam penguatan program pariwisata berkualitas di Indonesia. Kegiatan ini semakin menegaskan bahwa Indonesia merupakan destinasi wellness sekaligus destinasi spiritual bagi wisatawan,” ujar Ni Luh Puspa.
Transformasi Pariwisata Berkualitas
Menurutnya, pengembangan wellness tourism merupakan salah satu arah strategis dalam transformasi pariwisata nasional menuju sektor yang lebih berkualitas dan berkelanjutan.
Indonesia dinilai memiliki potensi besar berkat kekayaan budaya serta kearifan lokal yang mendukung wisata berbasis kesehatan dan spiritualitas.
Salah satu pengakuan global atas potensi tersebut adalah paket wisata Astungkara Wellness di Bali yang meraih penghargaan Best of the World Readers’ Choice 2026 kategori wellness dari National Geographic.

“Kami terus mendorong semakin banyak kegiatan, baik event maupun industri yang bergerak di bidang wellness. Saat ini Bali, Yogyakarta, dan Solo diposisikan sebagai destinasi wellness,” tambahnya.
Dorong UMKM dan Event Nasional
Saka Yoga Festival 2026 merupakan bagian dari rangkaian Dharma Santi Nasional 2026. Festival ini menghadirkan yoga massal terbuka untuk umum serta pameran produk UMKM sebagai upaya mendorong penguatan ekonomi masyarakat.
Puncak perayaan Dharma Santi Nasional dalam rangka Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 dijadwalkan berlangsung di Bali pada 17 April 2026.
Panitia nasional, lanjut Wamenpar, telah mengundang Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Sekretariat Negara.
“Umat Hindu sangat berharap Presiden dapat hadir untuk menyapa kita semua dalam perayaan Dharma Santi Nasional mendatang,” ujarnya.
Penguatan Pariwisata Berbasis Kearifan Lokal
Kementerian Pariwisata menempatkan wellness tourism sebagai salah satu program prioritas dalam pengembangan pariwisata berbasis kualitas.
Ke depan, pemerintah mendorong lebih banyak daerah mengembangkan konsep wisata kebugaran yang terintegrasi dengan budaya lokal.
Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia di tingkat global, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.















