"Melalui kesempatan ini, saya mengajak dunia industri untuk memanfaatkan Program Pemagangan Nasional dan memprioritaskan perekrutan lulusan-lulusan dari Sulawesi Tenggara," katanya.
Tak hanya itu, Menaker menyampaikan komitmen pemerintah pusat dalam mendukung pengembangan SDM di Sulawesi Tenggara.
Ia meminta Pemprov Sultra menyiapkan 10.000 peserta pada tahun ini dengan melibatkan dan membangun kerja sama bersama berbagai lembaga terkait.
Komitmen tersebut diharapkan dapat membuka kesempatan lebih luas bagi masyarakat Sulawesi Tenggara untuk meningkatkan kompetensi sekaligus memperkuat kesiapan memasuki dunia kerja.
Menaker menegaskan peningkatan kompetensi menjadi salah satu kunci utama dalam menghadapi transformasi ketenagakerjaan.
Perguruan tinggi juga didorong terus menyempurnakan kurikulum dan memperkuat hubungan dengan dunia industri sehingga lulusan tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga kompetensi dan sertifikasi yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja.
Kunjungan kerja Menaker Yassierli ke Sulawesi Tenggara tersebut diharapkan memperkuat kolaborasi antara Kementerian Ketenagakerjaan, Pemprov Sultra, perguruan tinggi dan dunia industri dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja lokal.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan RI, Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja, Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Ketua Badan Pembina Harian UMK, serta para pimpinan balai Kementerian Ketenagakerjaan wilayah Sulawesi Tenggara.















