Rakernas X IKAPROBSI: Pekerja Migran Didorong Jadi Duta Bahasa Indonesia di Kancah Global

Rakernas X IKAPROBSI: Pekerja Migran Didorong Jadi Duta Bahasa Indonesia di Kancah Global

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini, Makassar – Mobilitas pekerja migran Indonesia dinilai memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai penggerak ekonomi nasional melalui remitansi, tetapi juga sebagai ujung tombak diplomasi budaya dan bahasa Indonesia di tingkat internasional.

Gagasan tersebut mengemuka dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) X dan Seminar Internasional Perkumpulan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (IKAPROBSI) yang digelar di Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Jumat (7/8/2026).

Kegiatan ini menghadirkan Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Dzulfikar Ahmad Tawalla, sebagai pembicara utama.

Ketua Panitia Rakernas X IKAPROBSI yang juga Ketua IKAPROBSI Wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara, Prof. Dr. Andi Sukri Syamsuri, M.Hum, mengatakan pekerja migran Indonesia sesungguhnya membawa lebih dari sekadar keterampilan profesional ketika bekerja di luar negeri.

Menurutnya, mereka juga membawa identitas bangsa melalui bahasa, budaya, dan nilai-nilai Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.

"Kita berharap pekerja-pekerja kita di luar itu tidak membawa dirinya sendiri, tetapi membawa budaya Indonesia. Bisa juga menyosialisasikan bahasa Indonesia di luar negeri," ujar Prof. Andi Sukri Syamsuri yang akrab disapa Prof. Andis.

Ia menilai peluang tersebut semakin terbuka seiring meningkatnya posisi bahasa Indonesia dalam pergaulan internasional. Karena itu, diplomasi bahasa tidak hanya dilakukan melalui forum resmi atau program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), tetapi juga melalui interaksi masyarakat Indonesia dengan warga negara lain.

Penyebaran Bahasa Indonesia Kian Meluas

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum IKAPROBSI, Prof. Dr. Sarwiji Suwandi, M.Pd, menyampaikan bahwa pengembangan Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) terus mengalami perkembangan.

Ia mengungkapkan, saat ini pengajar BIPA telah hadir di lebih dari 45 negara dengan dukungan lebih dari 650 lembaga penyelenggara.