Waspada Awan Cumulonimbus, BMKG Petakan Wilayah Berpotensi Terdampak 25-31 Agustus 2026

Waspada Awan Cumulonimbus, BMKG Petakan Wilayah Berpotensi Terdampak 25-31 Agustus 2026

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini, Jakarta — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia pada periode 25 hingga 31 Agustus 2026.

Berdasarkan informasi potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus BMKG, terdapat wilayah yang masuk kategori Frequent (FRQ) dengan cakupan spasial maksimum awan Cb lebih dari 75 persen.

Wilayah tersebut meliputi Bengkulu, Samudra Hindia sebelah barat Bengkulu, serta Samudra Hindia sebelah barat Kepulauan Nias.

Selain kategori Frequent, sejumlah wilayah lainnya berpotensi mengalami pertumbuhan awan Cumulonimbus dalam kategori Occasional (OCNL) dengan cakupan spasial maksimum sekitar 50–75 persen.

Wilayah yang masuk kategori tersebut mencakup Aceh, Bengkulu, Jambi, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara.

Potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus kategori OCNL juga diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah Papua, yakni Papua, Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, dan Papua Tengah.

Untuk wilayah perairan, potensi awan Cumulonimbus kategori OCNL antara lain terdapat di Laut Banda, Laut Natuna Utara, Samudra Hindia sebelah barat Aceh, Samudra Hindia sebelah barat Bengkulu, Samudra Hindia sebelah barat Kepulauan Mentawai, Samudra Hindia sebelah barat Kepulauan Nias, serta Samudra Pasifik sebelah utara Papua.

Potensi serupa juga diprakirakan muncul di Selat Karimata bagian utara dan Selat Malaka bagian utara.

Tiga Kategori Pertumbuhan Awan Cumulonimbus

BMKG menjelaskan, informasi potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus merupakan salah satu produk prakiraan cuaca penerbangan yang dihasilkan berdasarkan model cuaca numerik.

Informasi tersebut digunakan untuk menggambarkan potensi sebaran pertumbuhan awan Cumulonimbus di wilayah Indonesia hingga tujuh hari ke depan.

Dalam prakiraannya, BMKG membagi potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus ke dalam tiga kategori berdasarkan persentase cakupan spasial maksimum.

Kategori Isolated (ISOL) menunjukkan potensi awan Cumulonimbus dengan cakupan area kurang dari 50 persen.

Sementara kategori Occasional (OCNL) menunjukkan potensi awan Cumulonimbus dengan cakupan area sekitar 50 hingga 75 persen.

Adapun kategori Frequent (FRQ) menunjukkan potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus dengan cakupan area lebih dari 75 persen.

Dengan demikian, wilayah Bengkulu dan sejumlah perairan di sekitarnya menjadi salah satu kawasan yang perlu mendapat perhatian pada periode 25–31 Agustus 2026 karena diprakirakan memiliki cakupan pertumbuhan awan Cumulonimbus yang tinggi dan masuk kategori Frequent.

Masyarakat, khususnya pengguna transportasi udara dan laut, perlu memperhatikan perkembangan informasi cuaca dari BMKG.

Potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus dapat menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai dalam aktivitas penerbangan maupun pelayaran.