PSMTI Resmikan Dua Jembatan Gantung di Jember, Pangkas Akses Warga hingga 2,5 Jam

PSMTI Resmikan Dua Jembatan Gantung di Jember, Pangkas Akses Warga hingga 2,5 Jam

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini, Jember — Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan aksi sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat. Kali ini, PSMTI meresmikan dua jembatan gantung di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Jumat (28/8/2026).

Dua jembatan tersebut menjadi bagian dari program pembangunan infrastruktur sosial PSMTI untuk membantu membuka akses masyarakat di wilayah pedesaan yang sebelumnya terkendala kondisi geografis.

Jembatan Gantung Jember 1 dibangun melintasi Sungai Kemuningsari Lor di Kecamatan Panti. Sementara Jembatan Gantung Jember 2 membentang di atas Sungai Lembung Lanjeng, Desa Sukowiryo, Kecamatan Jelbuk.

Peresmian kedua jembatan tersebut dihadiri Bupati Jember Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., Komisaris PT Pegadaian sekaligus Dewan Kehormatan PSMTI Letnan Jendral TNI (Purn) AM Putranto, Ketua Dewan Penasihat PSMTI Teguh Kinarto, Sekretaris Umum PSMTI Peng Suyoto, serta Koordinator Pembangunan Jembatan Gantung PSMTI Ricky Suharlim.

Turut hadir Ketua PSMTI Jawa Timur Pepeng Putra Wirawan beserta jajaran pengurus PSMTI dari sejumlah daerah, di antaranya Surabaya, Bondowoso, Lumajang, dan Situbondo.

Akses Warga Kini Lebih Dekat

Koordinator Pembangunan Jembatan Gantung PSMTI, Ricky Suharlim, mengatakan pembangunan dua jembatan tersebut diharapkan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses.

Menurut Ricky, sebelum jembatan dibangun, anak-anak sekolah dan para petani harus menempuh perjalanan memutar hingga sekitar dua sampai 2,5 jam untuk mencapai wilayah seberang.

Sebagian warga bahkan harus menyusuri aliran sungai yang memiliki risiko keselamatan, terutama ketika debit air meningkat.

“Harapan kami, semoga jembatan ini memberi manfaat kepada warga desa yang memang sangat membutuhkan,” ujar Ricky.

Ia menuturkan, kondisi tersebut menjadi semakin berbahaya ketika terjadi banjir. Pada awal tahun, luapan sungai bahkan telah menyebabkan warga hanyut.

Karena itu, keberadaan jembatan tidak hanya dipandang sebagai pembangunan fisik, tetapi juga sebagai upaya membuka akses pendidikan, ekonomi, dan keselamatan masyarakat.

“Karena sebelum adanya jembatan ini, anak-anak sekolah dan petani untuk menyeberang harus jalan memutar dua sampai 2,5 jam atau menyusuri kali yang sangat berbahaya. Awal tahun ketika banjir bandang meluap, sudah ada korban warga yang hanyut,” katanya.

Apresiasi untuk PSMTI dan Para Pendukung

Ricky juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan hingga peresmian kedua jembatan tersebut.

Ia secara khusus mengucapkan terima kasih kepada Peng Suyoto, Teguh Kinarto, dan Pepeng Putra Wirawan yang tetap menunjukkan komitmen meski harus menempuh perjalanan pulang-pergi sekitar delapan jam menuju Jember.

“Secara pribadi saya menyampaikan terima kasih kepada Bapak Peng Suyoto, Bapak Teguh Kinarto, dan Bapak Pepeng yang dengan semangat, walaupun perjalanan memakan waktu PP delapan jam menuju Jember,” tuturnya.

Ricky juga memberikan penghormatan kepada Dewan Kehormatan PSMTI, Letnan Jendral TNI (Purn) AM Putranto, yang juga menjabat Komisaris Utama PT Pegadaian, beserta istri, atas dukungan dan keterlibatannya dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

“Salut kepada Dewan Kehormatan PSMTI Bapak Letjen TNI (Purn) A.M. Putranto dan Ibu yang tak kenal lelah menyukseskan kegiatan peresmian ini,” ujarnya.

Wujud Kepedulian PSMTI

Menurut Ricky, pembangunan dua jembatan di Jember merupakan bagian dari semangat PSMTI untuk menghadirkan aksi nyata di tengah masyarakat, khususnya di daerah yang membutuhkan akses infrastruktur dasar.

Ia menilai kepemimpinan Ketua Umum PSMTI Wilianto Tanta turut mendorong banyak pihak untuk bergerak dan bahu-membahu menjalankan berbagai kegiatan sosial.

“Alhamdulillah, PSMTI di bawah pimpinan Bapak Wilianto Tanta banyak insan yang tergerak untuk bahu-membahu, khususnya membangun jembatan gantung di pelosok desa yang sangat membutuhkan,” kata Ricky.

Dengan tambahan dua jembatan di Jember, program tersebut kini telah menghadirkan jembatan gantung ke-5 dan ke-6 yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

PSMTI Resmikan Dua Jembatan Gantung di Jember, Pangkas Akses Warga hingga 2,5 Jam
Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan aksi sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat dengan meresmikan dua jembatan gantung di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Jumat (28/8/2026).

Ricky berharap keberadaan infrastruktur tersebut dapat dipelihara bersama oleh masyarakat sehingga manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang.

Ia juga menyampaikan harapan agar semangat kepemimpinan Wilianto Tanta di PSMTI dapat terus berlanjut.

“Kami juga berharap di Munas minggu depan beliau, Bapak Wilianto Tanta, masih bersedia memimpin PSMTI di periode yang akan datang. Beliau sangat bersahaja dan bekerja dengan hati,” ujarnya saat dihubungi terkini.id.

Dapat Salam dari Bupati Jember

Dalam kesempatan tersebut, Ricky juga menyampaikan pesan dari Bupati Jember Muhammad Fawait kepada Ketua Umum PSMTI Wilianto Tanta.

“Dapat salam hangat dari Bupati Jember buat Ketum Wilianto Tanta,” kata Ricky.

Peresmian dua jembatan tersebut menjadi gambaran bahwa kolaborasi antara organisasi sosial, dunia usaha, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat menghasilkan manfaat konkret bagi warga.

Bukan sekadar membangun jembatan secara fisik, PSMTI melalui program ini turut membuka jalan bagi anak-anak untuk bersekolah, petani mengakses lahannya, serta masyarakat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih aman dan efisien.

Program tersebut sekaligus mempertegas semangat “Aksi Nyata untuk Rakyat”, dengan menghadirkan solusi atas kebutuhan masyarakat hingga ke pelosok desa.