Terkini, NTT — Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPP KKSS) menyalurkan bantuan kemanusiaan sebesar Rp50 juta untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bantuan tersebut diserahkan pada Sabtu (29/8/2026) melalui gerakan “KKSS Peduli NTT” sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas keluarga besar KKSS terhadap masyarakat yang terdampak bencana.
Ketua Umum BPP KKSS Andi Amran Sulaiman menyerahkan bantuan melalui Ketua Departemen Pemuda BPP KKSS Andi In’amul Hasan, yang juga tergabung dalam Satuan Tugas Penanggulangan Bencana KKSS.
Bantuan tersebut kemudian diterima Ketua BPW KKSS NTT, Darwis, untuk selanjutnya dikoordinasikan bersama jajaran KKSS dan Ikatan Wanita Sulawesi Selatan (IWSS) NTT dalam proses pendataan serta penyaluran kepada warga terdampak.
BPP KKSS Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
Andi In’amul Hasan mengatakan, bantuan tersebut tidak sekadar menjadi bentuk kepedulian, tetapi juga diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
Karena itu, proses penyaluran akan dilakukan berdasarkan hasil pendataan kondisi dan kebutuhan warga terdampak di lapangan.
“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian BPP KKSS kepada saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Flores. Kami menyerahkan bantuan ini kepada BPW KKSS NTT untuk kemudian disalurkan berdasarkan data warga terdampak dan kebutuhan mereka di lapangan,” ujar In’amul Hasan.
Menurut dia, pendataan menjadi bagian penting dalam memastikan bantuan diberikan secara tepat sasaran. Beberapa aspek yang akan menjadi pertimbangan antara lain tingkat kerusakan rumah, kondisi keluarga, kebutuhan dasar, serta kondisi warga yang masih berada di lokasi pengungsian.
In’amul Hasan menambahkan, bantuan Rp50 juta dari BPP KKSS akan dikonsolidasikan dengan dukungan yang dihimpun KKSS Wilayah NTT dan IWSS NTT.
“Kami berharap bantuan dari BPP KKSS ini dapat menjadi bagian dari kekuatan bersama. Ketika berbagai sumber daya dikonsolidasikan, bantuan yang diberikan akan lebih besar dan distribusinya dapat lebih terarah,” katanya.
Duka Flores, Duka Keluarga Besar KKSS
Ketua Harian BPP KKSS Andi M. Syakir menegaskan bahwa kepedulian terhadap korban gempa Flores merupakan bagian dari semangat kekeluargaan dan gotong royong yang menjadi nilai dasar KKSS.
Menurutnya, KKSS harus hadir tidak hanya dalam situasi suka, tetapi juga ketika masyarakat menghadapi musibah dan membutuhkan dukungan.
“KKSS bukan hanya organisasi kekeluargaan dalam keadaan suka, tetapi juga harus hadir ketika saudara-saudara kita menghadapi musibah. Gempa Flores adalah duka kita bersama,” ujar Andi M. Syakir.
Ia mengatakan, bantuan Rp50 juta yang disalurkan BPP KKSS merupakan bentuk awal kepedulian organisasi. Namun, besarnya manfaat bantuan juga sangat ditentukan oleh proses pengelolaan dan distribusinya.
“Yang paling penting bukan hanya berapa besar bantuan yang diberikan, tetapi bagaimana bantuan tersebut dikelola secara bersama, transparan, tepat sasaran, dan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
Andi M. Syakir turut mengapresiasi BPW KKSS NTT, IWSS NTT, Satgas Penanggulangan Bencana KKSS, serta seluruh keluarga besar KKSS yang ikut bergerak membantu masyarakat terdampak gempa.
KKSS Peduli NTT Berlanjut
BPP KKSS mendorong gerakan KKSS Peduli NTT terus dikonsolidasikan, sehingga dukungan bagi masyarakat terdampak tidak berhenti pada penyaluran bantuan awal.
BPW KKSS NTT bersama IWSS NTT akan melakukan pemetaan dan pendataan untuk menentukan kebutuhan serta prioritas penerima bantuan.
Langkah tersebut diharapkan dapat membuat bantuan keluarga besar KKSS diberikan secara lebih efektif, khususnya dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa tanggap darurat hingga proses pemulihan.
Bagi BPP KKSS, gerakan tersebut menjadi wujud komitmen organisasi untuk memperkuat solidaritas dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Duka saudara kita di Flores adalah duka keluarga besar KKSS. Dari Sulawesi Selatan hingga NTT, kita bergerak bersama, saling membantu dan menguatkan,” tutup Andi M. Syakir.














