Erupsi Anak Krakatau, Kepala BPOM Ingatkan Warga Lindungi Makanan dan Obat

Erupsi Anak Krakatau, Kepala BPOM Ingatkan Warga Lindungi Makanan dan Obat

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini, Jakarta – Erupsi Gunung Anak Krakatau tidak hanya berdampak terhadap aktivitas penerbangan, tetapi juga menjadi perhatian dari sisi keselamatan dan kesehatan masyarakat.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI Prof. dr. Taruna Ikrar mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan abu vulkanik.

Erupsi dan penyebaran abu vulkanik menyebabkan operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta dihentikan sementara.

Ratusan pergerakan penerbangan, baik domestik maupun internasional, turut terdampak akibat kondisi tersebut.

Gangguan penerbangan itu kemudian berimbas terhadap mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi. Di tengah situasi tersebut, Taruna menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas.

“Kami menyampaikan keprihatinan yang mendalam kepada masyarakat yang terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Dalam kondisi seperti ini, keselamatan dan kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Tetap tenang, waspada, dan ikuti seluruh arahan pemerintah serta petugas di lapangan,” ujar Taruna.

Menurut Taruna, abu vulkanik tidak semata-mata berkaitan dengan jarak pandang dan keselamatan penerbangan. Partikel abu vulkanik juga berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, terutama iritasi pada mata dan saluran pernapasan.

Karena itu, masyarakat di wilayah yang terdampak abu vulkanik diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan. Apabila harus beraktivitas di luar, masyarakat dianjurkan menggunakan masker dan pelindung mata untuk mengurangi paparan abu vulkanik.

Selain melindungi diri, masyarakat juga diminta memperhatikan keamanan makanan, minuman, obat-obatan, serta sumber air. Seluruhnya perlu terlindungi agar tidak terkontaminasi abu vulkanik.

Perhatian terhadap keamanan pangan dan obat-obatan menjadi semakin penting dalam kondisi kedaruratan akibat bencana. BPOM menyatakan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan terkait sesuai tugas dan kewenangannya.