Erupsi Gunung Anak Krakatau Meningkat, Penutupan 8 Bandara Kembali Diperpanjang hingga 18.00 WIB

Erupsi Gunung Anak Krakatau Meningkat, Penutupan 8 Bandara Kembali Diperpanjang hingga 18.00 WIB

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Kementerian Perhubungan bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas Gunung Anak Krakatau dan pergerakan abu vulkanik yang berpotensi mengganggu keselamatan penerbangan.

Pemantauan antara lain dilakukan melalui paper test setiap 30 menit di bandara-bandara terdampak. Pemeriksaan tersebut bertujuan mengetahui perkembangan sebaran abu vulkanik, termasuk perubahan konsentrasi maupun wilayah penyebarannya.

Pemantauan secara berkala diperlukan karena arah angin pada setiap lapisan ketinggian dapat berubah dengan cepat.

Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan penting dalam menentukan apakah operasional penerbangan dapat kembali dilaksanakan atau masih harus dihentikan sementara.

Pesawat Harus Diperiksa Sebelum Terbang

Dudy menegaskan, apabila kondisi sudah dinyatakan aman dan bandara kembali dibuka, penerbangan tidak serta-merta dapat langsung beroperasi.

Pesawat yang akan digunakan tetap harus menjalani pemeriksaan untuk memastikan tidak terdapat abu vulkanik yang menempel atau masuk ke bagian penting pesawat, khususnya mesin.

“Kalau ada apa-apa, jika harus menginap, mereka akan tutup mesinnya. Itu pun nanti kalau misalnya (bandara) sudah buka, mereka harus melakukan pemeriksaan dulu sebelum beroperasi untuk memastikan tidak ada debu di mesin,” jelas Dudy.

Ia menekankan pemeriksaan pesawat merupakan bagian dari prosedur keselamatan sebelum penerbangan kembali dilakukan.

“Kita pastikan harus dicek dulu sebelum beroperasi untuk keselamatan penerbangan,” tegas Dudy.

Penumpang Diminta Cek Jadwal Penerbangan

Sementara itu, pengguna jasa Bandara Internasional Soekarno-Hatta diminta mengecek kembali status dan jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum melakukan perjalanan.