Area mesin dan CVT, lampu depan dan belakang, ban serta area roda juga perlu diperiksa.
Apabila ditemukan penurunan performa setelah kendaraan terpapar abu, pengendara dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut di AHASS terdekat.
Perawatan pada bagian bodi kendaraan juga perlu dilakukan secara hati-hati. Pengendara sebaiknya tidak langsung menggosok permukaan bodi dalam kondisi kering karena partikel abu memiliki sifat abrasif dan dapat menimbulkan goresan.
Membersihkan kendaraan dengan air secara hati-hati terlebih dahulu dapat membantu mengurangi risiko permukaan bodi tergores.
Keselamatan Tetap Menjadi Prioritas
Selain kondisi kendaraan, pengendara juga perlu memperhatikan situasi lingkungan sebelum memulai perjalanan.
Informasi resmi mengenai aktivitas gunung api, arah penyebaran abu, kondisi lalu lintas dan kemungkinan penutupan jalan sebaiknya dipantau terlebih dahulu.
Apabila kondisi semakin buruk dan jarak pandang menjadi sangat terbatas, perjalanan sebaiknya dihentikan sementara.
“Jika perjalanan tidak mendesak, menunda perjalanan hingga kondisi kembali aman tetap menjadi pilihan terbaik. Tetap Cari Aman saat berkendara,” kata Daniel.















