Sistem kabel laut tersebut akan membentang di sejumlah negara dan menjadi bagian dari penguatan jaringan konektivitas digital kawasan Asia.
Pemilihan Tanjung Bemban, Batam, sebagai salah satu titik pendaratan juga mempertimbangkan potensi pertumbuhan wilayah Indonesia bagian barat.
Batam dinilai memiliki posisi strategis karena berkembang sebagai salah satu hub bagi hyperscaler dan perusahaan telekomunikasi, sekaligus memiliki ekosistem data center yang terus bertumbuh.
Hubungkan Data Center hingga Asia
Jaringan CANDLE nantinya juga akan menghubungkan data center di Batam dengan negara-negara yang berada di sepanjang jalur kabel tersebut.
Konektivitas itu diharapkan dapat mendukung kebutuhan pelanggan enterprise terhadap layanan jaringan berkapasitas tinggi, andal, dan scalable.
Kebutuhan tersebut semakin penting seiring meningkatnya pemanfaatan cloud computing, artificial intelligence (AI), big data, dan berbagai layanan digital dalam aktivitas bisnis.
Andrijanto mengatakan pelanggan enterprise membutuhkan konektivitas internasional yang mampu mengikuti pertumbuhan penggunaan data.
“Bagi pelanggan enterprise, CANDLE memberikan pilihan konektivitas internasional yang lebih luas, berkapasitas tinggi, reliable, dan scalable. Kapabilitas tersebut penting untuk menjawab kebutuhan perusahaan yang terus berkembang seiring semakin besarnya penggunaan data dan layanan digital,” ujarnya.
Pemerintah Dukung Pembangunan CANDLE















