Terkini, Jakarta – Pembiayaan berkelanjutan mulai mengambil peran lebih besar dalam strategi industri perbankan. Tidak hanya berkaitan dengan penyaluran dana, pembiayaan hijau juga bersinggungan dengan upaya mendorong dunia usaha mengadopsi praktik yang lebih ramah lingkungan.
Perkembangan tersebut tercermin dari langkah PT Bank CIMB Niaga Tbk dalam memperluas portofolio pembiayaan berkelanjutan. Pada 2026, CIMB Niaga meraih dua penghargaan internasional dari Asian Banking & Finance (ABF) di bidang keberlanjutan.
Dua penghargaan tersebut yakni Domestic Green Financing Bank of the Year (Indonesia) pada ajang ABF Wholesale Banking Awards 2026 dan Green Deal of the Year (Indonesia) pada ABF Corporate & Investment Banking Awards 2026.
Penghargaan itu merupakan pengakuan atas komitmen CIMB Niaga dalam memperluas pembiayaan berkelanjutan dan mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon di Indonesia, khususnya sepanjang 2025.
Namun, penghargaan tersebut bukan sekadar catatan prestasi. Di baliknya terdapat tantangan yang lebih besar bagi industri perbankan: bagaimana pembiayaan dapat diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus menjawab kebutuhan keberlanjutan lingkungan dan sosial.
Rp66 Triliun Pembiayaan Berkelanjutan
Data CIMB Niaga menunjukkan, hingga 30 Juni 2026, portofolio pembiayaan berkelanjutan perseroan telah mencapai Rp66 triliun.
Nilai tersebut setara dengan 26,7 persen dari total outstanding pembiayaan CIMB Niaga.
Portofolio tersebut ditopang antara lain oleh pembiayaan sektor energi terbarukan, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta berbagai skema sustainability-linked financing.
CIMB Niaga juga mendukung pembangunan gudang bersertifikasi hijau dan infrastruktur berkelanjutan pada sektor logistik serta kawasan industri.
Pembiayaan tersebut diarahkan antara lain untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mengurangi dampak lingkungan.















