Terkini, Jakarta – PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia (Inhealth) menunjukkan kepedulian terhadap upaya penanganan dan pencegahan kanker dengan menyalurkan bantuan kepada sejumlah yayasan yang bergerak dalam pendampingan kanker anak dan kanker payudara di 11 kota di Indonesia.
Kegiatan yang digelar sepanjang September 2026 ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Pelanggan Nasional 2026 sekaligus bentuk komitmen Inhealth dalam memberikan manfaat dan nilai tambah bagi masyarakat.
Direktur Operasional Inhealth, Jenni Wihartini, mengatakan momentum Hari Pelanggan Nasional tidak hanya dimaknai sebagai bentuk apresiasi kepada peserta, tetapi juga menjadi kesempatan bagi perusahaan untuk memperkuat kepedulian terhadap persoalan kesehatan masyarakat.
“Inhealth memaknai peringatan Hari Pelanggan Nasional lebih dari sekadar apresiasi atas kepercayaan yang telah diberikan oleh peserta asuransi Inhealth, tetapi juga sebagai momentum untuk memperkuat komitmen perusahaan dalam memberikan manfaat dan nilai tambah bagi masyarakat, dalam hal ini yaitu turut bergerak dalam upaya pencegahan dan penanganan kanker di Indonesia,” ujar Jenni.
Menurut dia, perlindungan kesehatan tidak hanya berkaitan dengan pengobatan atau pemulihan setelah seseorang mengalami penyakit. Upaya promotif dan preventif juga perlu dilakukan secara berkelanjutan.
“Perlindungan kesehatan tidak hanya mencakup aspek kuratif dan rehabilitatif, tetapi juga upaya promotif dan preventif yang dilakukan secara berkelanjutan. Melalui sinergi dan kolaborasi dengan yayasan kanker, kami berharap dapat mendorong peningkatan kesadaran akan pentingnya pencegahan dan deteksi dini kanker serta memberikan kontribusi positif dalam penanganannya,” katanya.
Kanker Jadi Perhatian
Inhealth menyebut kanker masih menjadi salah satu tantangan kesehatan di Indonesia.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2025 yang tercantum dalam siaran pers, sekitar 400.000 kasus baru kanker terdeteksi setiap tahun di Indonesia.
Angka tersebut diproyeksikan meningkat lebih dari 70 persen pada 2050 apabila upaya pencegahan dan deteksi dini tidak diperkuat.















