Terkini.id - Haji Mukhsin, Warga di Desa Bulu Cindea, Kabupaten Pangkep, langsung merogoh kantong celananya dan mengeluarkan sebuah ponsel pintar ketika mendapat pertanyaan oleh wartawan, pada Senin 4 Desember 2023 lalu. Hari itu, dia dan sejumlah warga lainnya bersama tim Indosat Oooredoo Hutchison baru saja melakukan penanaman mangrove di Kawasan Pesisir Desa Bulu Cindea.
Usai penanaman, Mukhsin menjelaskan bahwa mangrove yang mereka tanam bukan dengan cara yang biasa. Ada campur tangan teknologi dan jaringan telekomunikasi dari Indosat, yang membuat tanaman itu bakal punya peluang hidup maksimal, sampai 92 persen.
"Beberapa tanaman itu ada barcode (alat sensor, red) yang tertempel, jadi bisa kita lihat di sini kondisi keasaman tanahnya, suhu dan lain-lain," ujar Ketua Ketua BPD Bulu Cindea itu sambil menunjukkan sebuah aplikasi di ponselnya yang berisi data monitoring kondisi mangrove yang telah mereka tanam.
Benar saja, aplikasi di ponsel itu menunjukkan detil data-data kondisi tanaman yang diupdate dalam dua hari terakhir (2 Desember 2023). Data-data itu dikirim oleh alat sensor yang ditanam bersama bibit-bibit pohon mangrove yang telah ditanam.
Layar ponsel Haji Mukhsin menunjukkan data kondisi pohon plat tiga, segmen yang diawasi oleh kelompoknya. Data itu misalnya menunjukkan kelembaban tanah 74,3 persen yang berarti normal, keasaman tanah 4,8 pH yang berarti rendah, hingga tanaman yang dalam kondisi baik, tidak ada hama, dan tidak mati.

Mengawasi kondisi tanaman mangrove lewat aplikasi itu merupakan cara baru agar tanaman untuk melawan perubahan iklim tersebut bisa bertahan hidup. Indosat telah menginisiasi penanaman mangrove dengan cara ini sejak Mei 2023 lalu, saat memilih Kalimantan Utara sebagai Pilot Project. Warga diajak tanam mangrove, lalu diberi pelatihan menggunakan menggunakan aplikasi platform tersebut, hingga mendapat pelatihan digital marketing dan sosial media untuk mengembangan usaha mereka.
Kini, Desa pesisir Bulu Cindea yang ditetapkan sebagai 'Desa Digital' oleh Indosat, dipilih sebagai satu dari tiga lokasi penanaman mangrove di Sulsel yang totalnya sudah mencapai hingga 8.000 bibit.
Indosat menggandeng perusahaan startup bernama Jejakin, untuk penyediaan platform yang memantau kondisi tanaman. Sehingga data tanaman yang dipantau oleh sensor dan datanya dikirimkan ke ponsel itu, bisa dibaca oleh masyarakat pesisir dengan mudah.
Cara baru ini juga membuat masyarakat otomatis turut serta dalam pemantauan kondisi tanaman, hingga menjaga keamanan alat-alat tersebut. Mukhsin tidak tahu pastinya bagaimana Indosat memilih desa itu sebagai Desa Digital dan menjadi lokasi penyaluran CSR perusahaan.
"Yang pasti, sejak beberapa tahun lalu masyarakat di sini sangat suka pakai jaringan Indosat. Hampir semuanya pakai Indosat karena jaringan yang paling lancar di desa ini," ungkap Mukhsin.















