Kepala Desa Bulu Cindea, Made Ali, menyampaikan optimismenya bahwa tanaman-tanaman Mangrove tersebut bisa tumbuh. Optimisme ini didasari oleh pengalaman-pengalaman sebelumnya. Made Ali mengaku sudah banyak perusahaan, organisasi yang sebelumnya melakukan aksi penanaman mangrove di Bulu Cindea. Tentu dengan tujuan yang mulia, melakukan penghijauan, menekan emisi karbon hingga melawan perubahan iklim. Tapi tidak ada pengawasan pasca-tanam.
"Begitu selesai tanam, sudah tidak ada lagi pengawasan. Sehingga banyak yang mati," ungkap dia lagi.
Indosat sendiri yakin tingkat kemungkinan hidup mangrove tersebut bisa sampai 92 persen.
SVP - Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo Hutchison Steve Saerang menjamin pihaknya akan datang lagi untuk melihat perkembangan mangrove yang telah ditanam. Menurut dia, paling penting terkait mangrove adalah menjaga tanaman tersebut bisa melewati pertumbuhan enam hingga delapan bulan karena itu masa yang paling rentan.
"Di Kalimantan kemarin, bisa 6-8 bulan, karena itu paling rentan," jelas Steve.
Menurut dia, meskipun ada sentuhan teknologi, bukan berarti dijamin berhasil. Kata dia, kepedulian masyarakat sekitar untuk mengawasi, mau belajar teknologi, juga faktor yang sangat penting.
"Program ini sudah kita mulai di Kalimantan Utara sebagai pilot project. Kenapa kita memilih Mangrove, karena tanaman ini paling efektif untuk menyerap karbon CO2, untuk menghadapi climate change," jelas dia lagi.
Kata Steve, Indosat menggunakan platform dari Jejakin untuk bisa mengetahui bagaimana kualitas air, tanah dan kondisi tanaman. Sensor untuk memantau kondisi itu ditempelkan pada salah satu tanaman mangrove.
"Dengan menggunakan ini, kita bisa memetakan kondisi lahan mangrove kita. Satu sensor ini ini ditanam per 100 meter per segi lahan atau sekitar 15 hingga 20 pohon per satu sensor. Totalnya kita menanam 5.600 mangrove, sesuai angka HUT Indosat, yakni 54 tahun. Kini kini kita tambah lagi menjadi 8.000 pohon," terang dia lagi. Sensor tersebut menurut dia tahan air dan memiliki daya tahan hingga 2 tahun.
Lebih lanjut, Steve mengungkapkan penanaman pohon tersebut merupakan upaya Indosat untuk meningkatkan ketahanan lingkungan berbasis Internet of Things atau IoT.















