Surati Presiden Jokowi, Ibu Korban Kasus Pencabulan Anggota DPRD Singkawang Memohon Keadilan

Surati Presiden Jokowi, Ibu Korban Kasus Pencabulan Anggota DPRD Singkawang Memohon Keadilan

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini - Ibu korban kasus pencabulan anak di bawah umur yang menyeret tersangka HA yang baru saja dilantik jadi Anggota DPRD Singkawang, menulis surat terbuka untuk Presiden Jokowi.

Dalam isi suratnya kepada Presiden Jokowi, Liu selaku ibu kandung dari korban kasus pencabulan anak di bawah umur berinisial LO (13) itu awalnya memperkenalkan dirinya sebagai ibu dari 4 orang anak yang tinggal di Singkawang, Kalimantan Barat (Kalbar).

Ia pun mengaku, sehari-harinya hanya bekerja sebagai penjual sayur keliling dan terkadang pula menjual roti dan kue kepada warga di sekitar tempatnya tinggal.

"Bapak Presiden yang saya hormati, Perkenalkan nama saya Liu umur 34 tahun seorang ibu dengan 4 (empat) orang anak, dua diantaranya masih balita. Kami tinggal di wilayah pinggiran kota dengan sebutan "Kota Seribu Klenteng" di Singkawang Provinsi Kalimantan Barat," tulis Liu, ibu kandung dari LO, dikutip terkini dari unggahan akun X @dhemit_is_back, Sabtu, 21 September 2024.

"Saya seorang ibu rumah tangga yang terpaksa sambil bekerja dengan cara mengambil upah sebagai penjual sayur keliling dan kadang jual kue dan roti keluar masuk gang serta pemukiman warga," sambungnya.

Liu pun mengatakan, bahwa kehidupan keluarganya hancur usai sang anak dicabuli dan diperkosa oleh tersangka HA, anggota DPRD Singkawang terpilih periode 2024-2029 dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

"Bpk Presiden yang saya banggakan, Harapan baik yang saya tanamkan dalam hati untuk masa depan anak anak saya ternyata hanya tinggal harapan. Kehidupan kami menjadi sangat kacau sejak saya mengetahui anak saya Lo 13 tahun telah dihancurkan masa depannya oleh seorang tokoh masyarakat sekaligus tokoh politik yang selama ini saya anggap sebagai orang tua tempat kami menyewa kost miliknya," tuturnya.

Menurut Liu, anaknya yang masih berusia 13 tahun itu telah disetubuhi dan dihancurkan martabatnya sebagai manusia oleh tersangka.

Dia pun mengaku, sudah meminta pertolongan ke banyak pihak namun tak kunjung berbuah hasil lantaran tersangka memiliki kekuasaan.

"Anak saya dirusak, disetubuhi dan dihancurkan martabatnya sebagai manusia. Saya sudah berusaha meminta pertolongan kemana mana, namun pelaku terlalu kuat dan berkuasa untuk membungkam orang miskin seperti kami," ungkapnya.