Terkini.id - Presiden Joko Widodo diminta untuk ikut bersikap dan bersuara kencang terkait ramainya isu aparat kepolisian yang ikut terlibat dalam pemasangan Baliho Capres Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming.
Sebelumnya, ramai informasi beserta video terkait distribusi Baliho Prabowo-Gibran ke sejumlah daerah dan disebutkan melibatkan aparat polisi.
Profesor Ilmu Politik FISIP UIN Jakarta, Burhanuddin Muhtadi menilai, Presiden Jokowi harusnya bersuara lebih kencang terkait masalah tersebut.
Lewat cuitannya, Burhanuddin membagikan screen shot berita yang menyebut instruksi pemasangan Baliho ke sejumlah daerah yang diduga dari kepolisian.
"Jika berita ini benar, sudah sebaiknya Presiden @jokowi bersuara lebih kencang untuk menertibkan parsialitas aparat. Netralitas aparat jangan sekadar gimmick," ungkap Burhanuddin.
Sebelumnya, di media sosial, Akun @paltiwest membagikan capture berita media cetak yang judulnya 'Pemasangan Baliho Diduga Libatkan Polisi' pada Jumat 10 November 2023.
Berita tersebut mengabarkan video viral berisi mobil-mobil pengangkut baliho Prabowo-Gibran yang menyebut polisi ikut terlibat dalam pemasangannya.
"Polisi itu netral, ini kabar yang menyesatkan!!" Tulis akun paltiwest.
Aparat kepolisian telah membantah tudingan miring itu. Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Dirmanto tidak membenarkan terkait campur tangannya pihak kepolisian dalam pemasangan baliho itu.
"Tidak ada (pengamanan dan campur tangan pihak kepolisian dalam pemasangan baliho)," kata Dirmanto saat dihubungi, Kamis 9 November 2023.
Dirmanto mengungkapkan, pihak kepolisian akan selalu konsisten dalam menjaga netralitas jelang Pemilu 2024.















