Berdasarkan laporan Kantor Berita Vatikan, Paus Fransiskus menghembuskan napas terakhirnya di Casa Santa Marta, Vatikan.
Sehari sebelum meninggal, Paus sempat muncul di Lapangan Santo Petrus untuk mengucapkan "Selamat Paskah" kepada ribuan umat Katolik.
Kematian Paus Fransiskus diumumkan langsung oleh Kardinal Vatikan, Joseph Farrell.
"Pada pukul 7:35 pagi ini (waktu setempat), Uskup Roma, Fransiskus, kembali ke rumah Bapa. Seluruh hidupnya didedikasikan untuk melayani Tuhan dan Gereja-Nya," ujar Kardinal Farrell, dikutip dari BBC, Senin, 21 April 2025.
"Dia mengajarkan kita untuk menghayati nilai-nilai Injil dengan kesetiaan, keberanian, dan cinta universal, terutama bagi mereka yang paling miskin dan terpinggirkan," sambungnya.
Menurut Kardinal Farrell, kondisi kesehatan Paus yang memburuk dalam kurun waktu berbulan-bulan lamanya membuat pemimpin tertinggi Katolik ini menghabiskan beberapa pekan di rumah sakit.
Paus Fransiskus kemudian dibawa ke rumah sakit Gemelli di Roma pada 14 Februari 2025 lalu, untuk dirawat. Ia menderita pneumonia di kedua paru-parunya sehingga mengalami kesulitan bernapas.















