Terkini.id, Surabaya - Sebuah video memperlihatkan ratusan pengendara, baik roda dua maupun roda empat yang menumpuk di Jembatan Suramadu viral di media sosial. Dalam video itu, terlihat ratusan pengendara nekat menjebol pagar pembatas Jembatan Suramadu sisi Surabaya.
Hal tersebut rupanya dilakukan karena mereka ingin menghindari tes swab antigen secara massal yang digelar Pemkot Surabaya di Pos Penyekatan Suramadu sisi Surabaya.
Sebelumnya diberitakan, ada 2.401 pengendara di Jembatan Suramadu jalani tes antigen, di antaranya 70 reaktif, dan 17 di antaranya Positif Covid-19.
Dalam video berdurasi 26 detik itu, terdengar suara warga menggunakan bahasa Madura tengah merekam aktivitas pengendara sepeda motor yang melintas melewati jalur tikus, setelah berhasil menjebol pagar pembatas Jembatan Suramadu.

“Demi Lok tes swab ajebol, Reng Madurenah ajebol jeh, ajebol. Ayo, ayo cepatan mas, niser mas, niser toreh (demi tidak tes swab menjebol, orang Maduranya menjebol pagar pembatas. Ayo, ayo cepetan, Mas, kasihan, ayo),” kata suara perekam dalam video itu, Senin 7 Juni 2021.
Video itu juga menyebar di berbagai platform media sosial, terutama di aplikasi pesan WhatsApp, Instagram, Facebook, dan Youtube sendiri.
Kasatlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Eko Adi Wibowo membenarkan adanya video tersebut. Menurut Wibowo, kejadian itu dilakukan pengendara sepeda motor dua dari arah Bangkalan ke Surabaya pada Minggu 6 Juni 2021.
Saat itu, seperti dilansir Kompas.com, Senin 7 Juni 2021, Pemkot Surabaya bersama Polres Pelabuhan Tanjung Perak memang menggelar swab massal di pintu masuk Jembatan Suramadu sisi Surabaya.
"Itu memang dijebol oleh pengemudi, posisi itu sisi Surabaya di sebelah timur jembatan yang dijebol," beber Wibowo saat dikonfirmasi wartawan, Senin 7 Juni 2021.

Wibowo juga mendapatkan informasi dari pengemudi arah Surabaya, pengendara roda empat juga berani membuka rantai pembatas di bentang tengah Jembatan Suramadu agar bisa putar balik.
“Bukan cuma di situ, tapi di tengah juga jebol rantai, dicopot di bentang tengah tiangnya. Itu dicabut juga, itu laporan dari pengemudi juga,” jelasnya.
Setelah mengetahui hal tersebut, Wibowo langsung menugaskan personelnya untuk mengatasi dan mengirim petugas supaya berjaga di sana.
“Personel Brimob dan Satpol PP langsung kami geser ke titik itu agar tidak bocor dan jebol,” paparnya.
Wibowo menambahkan, warga berani menjebol pagar pembatas itu karena situasi sudah macet dan kendaraan sudah menumpuk di Jembatan Suramadu. Di samping itu, ada keterbatasan petugas yang memantau arus lalu lintas di sana, sehingga aksi warga menjebol pagar pembatas luput dari pantauan polisi.
“Keterbatasan personel. Padahal pengerahan kemarin, petugas personel yang ada di lapangan sekitar 90 orang, namun tahu sendiri situasi kemarin seperti itu,” bebernya.
Kondisi kemacetan pengendara roda dua dan empat terjadi di Jembatan Suramadu sejak Minggu 6 Juni 2021. Antrean kendaraan terjadi di jalur sepeda motor dan mobil lantaran ada aktivitas penyekatan di sisi Surabaya serta dilakukan tes swab antigen oleh Pemkot Surabaya. Bahkan, kemacetan terjadi sepanjang 4,5 kilometer di badan Jembatan Suramadu.
“Perintah Pak Wali Kota agar dilakukan swab antigen tanpa terkecuali, semalam kita sampai jam dua dini hari,” ungkap Wibowo.















