Terkini, Jakarta – Pemerintah memastikan rencana pembelajaran daring bagi siswa dibatalkan dan kegiatan belajar mengajar tetap dilaksanakan secara tatap muka (luring).
Pembelajaran daring sebelumnya sempat menjadi opsi untuk mengantisipasi potensi krisis energi akibat konflik Timur Tengah antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menegaskan bahwa pemerintah memprioritaskan kualitas pendidikan dan mencegah terjadinya learning loss pada siswa.
“Pentingnya menjaga kualitas pendidikan siswa, pembicaraan lintas kementerian bahwa pembelajaran daring bagi siswa tidak menjadi sebuah urgensi saat ini,” ujar Pratikno dalam keterangan resminya.
Pemerintah Prioritaskan Pendidikan dan Kualitas SDM
Menurut Pratikno, pemerintah telah berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian Agama terkait kebijakan pendidikan ke depan.
Hasil koordinasi tersebut memutuskan bahwa pembelajaran tetap dilakukan secara tatap muka agar proses pendidikan berjalan optimal.
Ia juga menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian besar terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan.
“Kita harus mempercepat peningkatan kualitas pendidikan secara umum, baik yang berada di bawah Kemendikdasmen, Kemenag dan Kemendiktisainstek. Ini prioritas. Ini utama,” katanya.
Sempat Dipertimbangkan Sistem Hybrid















