Hal ini menunjukkan adanya pergeseran pola konsumsi masyarakat dari konsumsi berbasis rumah tangga menuju konsumsi berbasis pengalaman, khususnya pada sektor pariwisata.
Peningkatan aktivitas ekonomi selama Lebaran didorong oleh tingginya mobilitas masyarakat selama arus mudik dan arus balik, serta kecenderungan masyarakat untuk berwisata bersama keluarga.
Mobilitas tersebut berdampak langsung pada peningkatan konsumsi lintas sektor, terutama transportasi, kuliner, UMKM lokal, serta akomodasi di daerah tujuan wisata.
Selain itu, Kementerian Pariwisata juga mencatat peningkatan pergerakan penumpang ke 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) dan 3 Destinasi Pariwisata Regeneratif (DPR).
Realisasi pergerakan penumpang ke 10 DPP selama periode Lebaran 2026 mencapai 6,66 juta pergerakan, meningkat 13,74 persen dibandingkan Lebaran 2025 yang mencapai 5,86 juta pergerakan.
Sementara itu, pergerakan penumpang ke 3 DPR mencapai 6,1 juta pergerakan, meningkat 24,63 persen dibandingkan periode Lebaran tahun sebelumnya sebesar 4,9 juta pergerakan.
Peningkatan terbesar tercatat pada Destinasi Pariwisata Prioritas Raja Ampat sebesar 19,9 persen, serta pada Destinasi Pariwisata Regeneratif Kepulauan Riau yang meningkat hingga 125,5 persen.
Dari aktivitas tersebut, estimasi total pengeluaran masyarakat ke destinasi pariwisata prioritas dan regeneratif mencapai lebih dari Rp12,27 triliun, atau sekitar 61,8 persen dari total estimasi pengeluaran nasional di sektor pariwisata.
Dalam rangka mendukung sektor pariwisata selama periode libur Lebaran 2026, Kementerian Pariwisata juga menjalankan berbagai program, antara lain aktivasi platform layanan informasi terpadu Halo Wonderful, penyelenggaraan Pameran Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI), kolaborasi kampanye BBWI dan Belanja di Indonesia Aja (BINA), penyusunan paket wisata Lebaran, hingga koordinasi dengan asosiasi industri pariwisata dan online travel agent (OTA) untuk penyesuaian harga tiket.
Selama periode Lebaran, tercatat sebanyak 141 event diselenggarakan di 32 provinsi, yang menunjukkan tingginya antusiasme daerah dalam menghadirkan event sebagai daya tarik wisata sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.















