“Kami memulai dengan tujuan lolos ke Liga Champions, yang merupakan turnamen menarik dan sudah lama tidak saya ikuti. Saya ingin bermain di sana bersama Milan,” lanjutnya.
Selain itu, Allegri juga menilai permasalahan Timnas Italia tidak hanya soal pelatih, tetapi juga menyangkut sistem sepak bola secara keseluruhan.
“Masalah tim nasional bukan hanya tentang pelatih, tetapi seluruh sistem yang perlu menemukan solusi. Tidak semuanya harus dibuang begitu saja, karena bahkan ketika keadaan berjalan buruk, selalu ada sesuatu yang dapat dibangun,” tegas Allegri.
Italia sendiri kini menghadapi masa sulit setelah gagal lolos ke dua edisi Piala Dunia secara beruntun, yakni 2022 dan 2026.
Kondisi ini membuat federasi harus melakukan pembenahan besar-besaran demi mengembalikan kejayaan Timnas Italia di kancah internasional.















