Konektivitas penerbangan menjadi salah satu faktor kunci dalam meningkatkan kunjungan wisatawan dari pasar Asia Timur, khususnya Makau. Saat ini, akses perjalanan didukung oleh maskapai nasional dan internasional melalui Hong Kong, termasuk Garuda Indonesia sebagai mitra strategis.
Kementerian Pariwisata juga berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dengan maskapai guna menambah frekuensi dan memperluas jaringan penerbangan langsung ke depan.
Sementara itu, Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara II Kementerian Pariwisata, Yulia, menyampaikan bahwa pasar Makau menunjukkan tren pertumbuhan yang positif.
Berdasarkan data, jumlah kunjungan wisatawan asal Makau ke Indonesia tercatat sebanyak 1.573 kunjungan pada 2024, kemudian meningkat 54,48 persen menjadi 2.430 kunjungan pada 2025.
“Melalui MITE 2026 dan dukungan konektivitas yang terus diperkuat, kami optimistis tren ini akan berlanjut seiring meningkatnya minat wisatawan terhadap produk wisata minat khusus seperti wellness dan bahari di Indonesia,” ujar Yulia.















