Kartini Tak Pernah Jauh: Nasionalisme Anak Diaspora Tumbuh Lewat Budaya Leluhur

Kartini Tak Pernah Jauh: Nasionalisme Anak Diaspora Tumbuh Lewat Budaya Leluhur

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini, Jakarta — Semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini terus hidup melintasi batas geografis. Di tengah arus globalisasi, nilai-nilai yang diperjuangkannya kini menemukan makna baru dalam kehidupan anak-anak Indonesia yang tumbuh di luar negeri atau diaspora.

Momentum Hari Kartini 2026 menjadi refleksi penting, tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga bagi keluarga diaspora dalam menanamkan identitas kebangsaan kepada generasi muda.

Tema tahun ini, “Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi Menuju Indonesia Emas 2045”, dinilai semakin relevan dengan tantangan zaman.

Dosen Universitas Terbuka sekaligus Kaprodi Magister Pendidikan Bahasa Inggris, Widya Rizky Pratiwi, menegaskan bahwa anak-anak diaspora menghadapi tantangan yang tidak sederhana.

Kartini Tak Pernah Jauh: Nasionalisme Anak Diaspora Tumbuh Lewat Budaya Leluhur

“Anak-anak diaspora berada dalam dua dunia sekaligus. Mereka harus mampu beradaptasi secara global, namun tetap mempertahankan jati diri sebagai bangsa Indonesia,” ujarnya.

Nasionalisme Perlu Ditanamkan Secara Sadar

Widya menjelaskan, berbeda dengan anak-anak di tanah air, nasionalisme pada generasi diaspora tidak terbentuk secara alami. Lingkungan multikultural membuat identitas kebangsaan harus dibangun secara sadar.

Sejumlah penelitian internasional dalam Diaspora Studies dan Journal of Ethnic and Migration Studies (2020–2024) menunjukkan bahwa identitas anak diaspora sangat dipengaruhi oleh keluarga, bahasa ibu, dan keterlibatan komunitas.

“Nasionalisme tidak cukup diajarkan sebagai konsep. Ia harus hadir dalam pengalaman sehari-hari, dalam bahasa yang digunakan, dalam kebiasaan, dan dalam interaksi sosial,” jelas Widya.

Budaya Leluhur Jadi Jembatan Identitas

Menurutnya, praktik budaya leluhur menjadi salah satu cara paling efektif dalam memperkuat identitas kebangsaan.

Mulai dari penggunaan pakaian adat hingga keterlibatan dalam seni tradisional, semuanya memiliki peran penting.