Terkini.id, Jakarta, 29 Mei 2026 - Di tengah perubahan dunia kerja yang makin cepat, pertanyaan soal karier kini tak lagi sesederhana bertahan atau pergi.
Bagi banyak profesional, terutama middle manager, pilihan itu semakin kompleks dan sering kali personal.
Isu ini mengemuka dalam sesi ManagerFest x KULI: Mikir Bareng bertajuk “Shine or Resign? What Will Happen in a Company Without Middle Managers” yang digelar di FX Sudirman, Jakarta.
Diskusi ini mempertemukan dua perspektif yang kerap dipertentangkan, tetapi jarang dibicarakan secara terbuka.
Dipandu oleh William Sudhana dan Desiree Nasfhia, forum ini tidak berangkat dari asumsi bahwa salah satu pilihan lebih unggul.
Justru sebaliknya, diskusi dibuka dengan pengakuan bahwa setiap orang berada dalam kondisi yang berbeda.
“Shine or Resign ini bukan soal mana lebih baik, tapi gimana kita bisa beradaptasi dengan kondisi kita masing-masing.
Ada yang harus bayar monthly bill tiap bulan, ada yang punya privilese untuk resign sesuka hati.
Tapi di luar itu, gimana kita terus upgrade diri kita, memanfaatkan teknologi untuk bisa menyelesaikan lebih banyak problem di sekitar kita, yang akhirnya membawa kita ke ragam peluang baru,” ujar William.
Dalam konteks itu, peran middle manager menjadi semakin rumit.















