Shine atau Resign: Bukan Soal Pilihan, Tapi Cara Bertahan

Shine atau Resign: Bukan Soal Pilihan, Tapi Cara Bertahan

A
Admin

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Mereka dituntut menjadi pemimpin strategis, tetapi dalam praktiknya masih terjebak dalam pekerjaan administratif dan operasional yang menyita waktu.

Di saat yang sama, perkembangan teknologi, termasuk AI, mulai menggeser sebagian fungsi mereka.

Akibatnya, ukuran keberhasilan pun berubah.

Bukan lagi sekadar soal performa kerja, tetapi juga tentang visibilitas dan relevansi di dalam organisasi maupun pasar tenaga kerja.

Bagi Lydia Kusnadi, bertahan atau shine berarti mampu membaca sistem dan membangun posisi yang tepat di dalamnya.

"Banyak profesional gagal bukan karena tidak mampu, melainkan karena tidak terlihat.

Baik shine maupun resign, keduanya butuh nyali.

Bertahan berarti mau tampil, bersuara, dan keluar dari bayang-bayang orang lain, atau juga tahan untuk ada di dalam 'politik' kantor misalnya.

Sedangkan resign menantang kita untuk melompat ke ketidakpastian dan menghadapi challenge yang baru.

Ini bukan soal mencari jalan yang lebih baik, tapi jalan mana yang berani kita pertanggungjawabkan."